Wejangan Para Bapa Gereja

Wejangan Js. Yohanes Krisostomos

Bagaimana Allah menjangkau kita

Allah mengasihi kita lebih dari seorang bapa, atau ibu, atau sahabat, atau siapapun yang mampu mengasihi dan bahkan lebih dari kita dapat mengasihi diri kita sendiri.


( Js. Yohanes Krisostomos )

.

.

PUASA
oleh Js. Yohanes Krisostomus

Nilai dari puasa bukan hanya terletak pada persoalan menghindari makanan-makanan tertentu, tetapi juga berhenti dan melepaskan diri dari perbuatan-perbuatan dosa. Seseorang yang membatasi puasa dengan hanya berpantang daging sesungguhnya merendahkan arti dari puasa itu sendiri.

Apakah kamu berpuasa? Buktikanlah dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Jika kamu melihat orang yang membutuhkan, berbelas kasihlah kepada mereka. Jika kamu melihat temanmu ditinggikan, janganlah menjadi iri hati. Untuk puasa yang sejati, kamu tidak dapat hanya berpuasa dengan mulutmu. Kamu harus berpuasa dengan matamu, telingamu, kakimu, tanganmu dan dengan seluruh anggota tubuhmu.

Berpuasalah dengan tanganmu, dengan menjaganya bersih dari keserakahan dan kekotoran. Berpuasalah dengan kakimu, dengan menjaganya tidak pergi ke tempat-tempat yang dapat membawamu jatuh ke dalam dosa. Berpuasalah dengan matamu, dengan tidak membiarkannya melihat hal-hal yang tidak pantas.

Jika kamu menganggap puasa hanya sebagai serangkaian larangan, kamu akan semakin ingin melakukan hal-hal yang justru dapat mengancam keselamatan jiwamu. Tetapi jika kamu dapat menilai puasa sebagai sesuatu yang menyelamatkan, puasamu akan semakin berharga. Karena penilaianmu terhadap puasalah yang akan mempengaruhi perbuatanmu.

Adalah sangat bodoh, bila kamu tidak makan daging atau makan makanan lain dengan alasan berpuasa, tetapi anggota tubuhmu yang lain melakukan hal-hal yang tidak benar. Katamu, kamu tidak makan daging? Tetapi kamu membiarkan telingamu mendengarkan hal-hal yang tidak benar. Tahukah kamu, kamu harus berpuasa dengan telingamu juga! Artinya tidak membiarkannya mendengarkan hal-hal yang cabul, perkataan-perkataan yang jahat dan tidak benar tentang sesama.

Selain berpuasa dengan tidak makan makanan tertentu, mulutmu juga harus berpuasa dengan tidak membiarkannya mengeluarkan kata-kata kotor, makian, gosip, juga berbohong. Apa bagusnya bila kamu tidak makan daging sapi atau daging ayam, tetapi kamu menggigit dan memangsa sesamamu manusia?

.

.

“Tiada yang lebih pantas bagi sebuah gereja selain keheningan dan keteraturan. Kebisingan adalah milik sebuah teater pertunjukan, tempat pemandian umum, pawai, dan pasar. Tetapi ketika iman menjadi topik utama pengajaran, haruslah ada kesunyian, keheningan, lantunan kidungan yang bersahaja, dan suatu tempat perlindungan yang sungguh-sungguh tenang.”

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

“Kristus mengalahkan iblis dengan senjata yang serupa dengan apa yang juga iblis gunakan untuk melawan kita yaitu seorang perawan, sebatang pohon, dan kematian. Yang tadinya ketiga hal itu mengingatkan kepada kita akan kematian kita, malah sekarang mengingatkan kita kepada kemenangan kita. Sebagai ganti seorang Hawa, maka ada seorang Maria; sebagai ganti sebatang pohon pengetahuan, ada sebatang kayu Salib; dan sebagai ganti kematian Adam, ada kematian Kristus.”

(☦ Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Orang Kristen tidak diizinkan melakukan kekerasan terhadap siapa pun, bahkan jika ini untuk tujuan yang baik. Perang kita tidak membuat orang yang hidup mati, tetapi membuat orang mati hidup.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Hendaklah tidak menaruh perhatian kepada uang , tetapi cintailah istrimu lebih dari hidupmu sendiri. Janganlah pernah ada pertengkaran tetapi jadilah benar. Lebih baik temanilah ia di rumah dari pada kamu berada di luar rumah. Hargailah dan pujilah ia di depan umum, dan nasihatilah ia dengan penuh kesabaran, berdoalah bersama, pergilah ke Gereja, bahaslah tentang bacaan-bacaan dan doa-doa. Jika pernikahanmu seperti ini, maka kesempurnaannya akan menyaingi atau setara dengan kesucian para Petapa/ Rahib.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Mengapakah manusia menginginkan tempat yang tinggi, dan lupa bahwa setiap saat angin badai itu dapat datang dan seketika itu menghempaskannya ke bawah? Mengapakah manusia ingin menjadi seperti api yang membara dan menyala di mana-mana, dan pada saatnya akan padam dan menjadi asap? Ingatlah selalu akan hari kematianmu!

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Aib adalah obat bagi mereka yg membanggakan dirinya –

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Jangan berkabung dengan cara seperti itu. Janganlah kita takut akan kematian, tetapi sebaliknya, takutlah berbuat dosa. Karenanya, marilah kita berkabung untuk diri kita sendiri.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Tubuh-Nya yang kudus sedang beristirahat (Sabat) pada hari perhentian (Sabat). Sedangkan jiwa-Nya turun ke dalam maut, membuka palang-palang besi dan pintu penjara yang gelap, melepaskan semua tawanan yang terpenjara sejak purbakala: Adam menari-nari dan Hawa bersukacita, bersama mereka para bapa leluhur, para nabi, para raja, para imam dan orang-orang saleh di masa terdahulu mendapatkan perhentian (Sabat) di dalam Dia, yang adalah Sabat Agung, Sabat segala sabat.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Kita mengawal mereka (yang telah pergi) dengan mazmur dan kidung pujian sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan. Dengan bermazmur (selama 40 hari), kita sedang memakaikan jubah baru yang rohani kepada mereka yang telah tertidur, dengan demikian kita bersaksi bahwa kita akan memakai pakaian ketidaklapukan yang sama di dalam keberkatan kekal.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

“Bukankan aku telah melakukan mukjizat demi nama-Mu?” Mukjizat yang hanya memakai nama Yesus sesungguhnya adalah mukjizat tanpa dilandaskan oleh pemanunggalan dengan Kristus dan kesucian hanya akan menjadikan penghakiman dan penghukuman yang mengerikan. Seorang hamba Kristus tidak akan mencari pengakuan di hadapan Kristus, sebab Kristus mengenal siapa hamba-Nya dan siapa yang bukan: “Aku tidak mengenalmu, hai pembuat kedurhakaan!”

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

“Hai para suami, kasihilah istrimu,” rasul tidak berhenti pada perkataan ini, tetapi memberi kita ukuran untuk cinta sejati dengan menambahkan, “sama seperti Kristus mengasihi Gereja-Nya”(Efesus 5:25). Dan bagaimana Kristus mengasihi Gereja-Nya? “Dia menyerahkan hidup-Nya.” Jadi, bahkan jika kamu harus mati untuk istrimu, janganlah engkau menolaknya.”

(☦️ Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Jika engkau ingin mendirikan batu nisan mewah, dirikanlah batu nisan perbuatan yang baik demi mereka yang lahir setelah engkau. Karena tidak ada siapapun yang dapat membuat nama seseorang dikenang sepanjang masa selain dia sendiri dalam kebajikan yang ia lakukan. Jadi, jangan sampai ketika engkau mendirikan batu nisanmu yang megah nan mewah itu, batu nisan itu malah menjadi bahan tertawaan dan bukannya kemuliaan, dan terlebih lagi jika batu nisan itu membangkitkan cemoohan terhadap orang yang dikuburkan di situ.

(Js. Yohanes Krisostomos ☦️)

.

.

Harus diketahui bahwa keselamatan kita tidak bergantung pada doa-doa orang suci. Ketika kita menaikkan doa-doa permohonan itulah, maka doa-doa dari orang suci itu bermanfaat bagi kita sepenuhnya. Tetapi ketika kita malas di dalam perjuangan iman kita melawan dosa, dan ketika kita hanya menggantungkan kepada doa-doa orang suci, maka kita tidak memiliki apa-apa untuk memohon doa mereka. Bukan karena orang-orang suci tidak menolong kita, tetapi karena kita mengkhianati diri kita sendiri dengan ketidak-pedulian dan kemalasan kita.

(Js. Yohanes Krisostomos ☦️)

.

.

“Selama nafas hidup ini masih ada, maka pintu pertobatan tetap dibukakan bagi kita, tetapi setiap yang diperbuat tetap harus dipertanggung-jawabkan di hadapan takhta pengadilan Kristus yang menakutkan itu. Maka berhati-hatilah sebelum kita bersikap.”

(Js. Yohanes Krisostomos ☦️)

.

.

Janganlah kita bertobat hanya karena kita sudah di ambang kematian. Bertobatlah sedini mungkin.

(Js. Yohanes Damaskus)

.

.

Mengapa orang mati-matian menolak penghakiman akhir, neraka dan bahkan Allah? Karena perbuatan tak pantas yang kaulakukan sudah terlampau banyak, di dalam hatimu engkau takut untuk mempertanggung-jawabkan dosamu di hadapan Allah. Maka engkau ingin mengalihkan kesadaran: “Neraka itu ada,” dan menyangkal: Yakinlah hai jiwaku, bahwa neraka itu tidak ada, teruskanlah, nikmatilah hidupmu di bumi ini. Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Mazmur 126:5-6 (LXX): Orang-orang yang menabur dengan air mata, akan menuai dengan sukacita. Orang yang berjalan maju dengan air mata sambil menabur benih, pasti pulang dengan sukacita dengan membawa berkas-berkasnya.

Penderitaan di dunia ini digambarkan sebagai penabur benih yang menabur dalam tangisan, peluh dan ratapan, entah itu orang tua atau anak-anak, laki-laki atau perempuan, majikan atau hamba, kaya atau miskin, semua harus menjalaninya. Tetapi mereka yang setia dan pantang menyerah itulah yang akan menuai dengan sukacita penuh atas benih iman yang mereka tabur itu.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Di mana suami, istri, dan anak-anak dipersatukan oleh ikatan kebajikan, kerukunan, dan cinta, ada Kristus di antara mereka.

(☦️ Js. John Chrysostom)

.

.

“Tidak ada yang menyakiti bagiku atau tidak menggembirakanku selain aku mendapati diriku sendiri bersamamu dalam keadaan apapun. Ketika aku mendapati diriku kehilangan segala sesuatu, bahkan ketika aku mendapati diriku sendiri dalam bahaya yang luar biasa, biarlah itu terjadi padaku demi kebaikan cinta di antara kita. Kita bukan lagi dua tetapi satu, engkau milikku dan aku milikmu, hai kekasihku!”

(Js. Yohanes Krisostomos: Suami dan Isteri)

.

.

Seseorang yang terikat dengan hal-hal duniawi tidak akan mengerti hal-hal sorgawi. Karena itulah, engkau yang merindukan hal-hal sorgawi, takkan mungkin bagimu untuk memperolehnya sebelum engkau melepaskan hal-hal duniawi.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Dia membawa segala sesuatu dari ketiadaan ke dalam keberadaan, dan dengan begitu baik menciptakan apa yang kelihatan dan yang tak kelihatan, dan juga manusia itu telah dijadikan dalam dua keadaan itu.

(Js. Yohanes dari Damaskus)

.

.

Mengapa engkau tidak mempersiapkan dirimu dengan iman dan pengharapan dalam kasih? Mengapa engkau tidak mempersiapkan dirimu dengan berbagai kesalehan? Engkau tidak tahu bilamana engkau akan mati, entah malam ini atau saat matahari terbit. Mengapa engkau menyusahkan dirimu sendiri?

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Takut akan Allah

Dosa membuat orang menjadi pecundang; tetapi sebuah kehidupan di dalam kebenaran Kristus membuatnya berani dan teguh.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Kitab Suci

Dari semua godaan yang ditanggung manusia, tidak ada satupun baik itu rohani ataupun jasmani yang tidak dapat disembuhkan oleh Kitab Suci.

(Js. Yohanes Krisostomos, Percakapan Mengenai Kitab Kejadian 29. 1)

.

.

Seperti orang yang kehilangan terang tidak dapat berjalan dengan lurus, demikianlah mereka yang tidak berpegang pada sinar terang dari Kitab Suci cenderung berdosa sebab mereka berjalan di dalam kegelapan yang paling dalam.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Bagaimana Jika Berhadapan dengan Dosa Orang Lain

Seseorang yang bengis dan melecehkan orang lain tidak akan menemukan kehormatan bagi dirinya.

(Js. Yohanes Krisostomos, Ajaran Pokok, 3, 6)

.

.

Perbuatan Baik Kita

Setiap kali kita berdosa, kita dilahirkan dari setan. Tapi setiap kali kita berbuat baik, kita lahir dari Allah.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Welas Asih

Apakah engkau berpikir bahwa Tuhan Maha Pengasih telah memberimu sebegitu banyak hal sehingga kamu bisa menggunakannya hanya untuk keuntunganmu sendiri? Tidak, tetapi agar dengan kelimpahan itu kamu dapat menjadi saluran berkat bagi sesama.

(Js. Yohanes Krisostomos, Tafsiran pada Kitab Kejadian, 20)

.

.

Amarah

Apakah engkau marah? Marahlah pada dosamu, taklukkanlah jiwamu, gocohlah hati nuranimu, tetapi keraslah dalam penilaian dan tegaslah terhadap dosa-dosamu yang mengerikan itu. Ini adalah manfaat dari amarah yang oleh karenanya Tuhan meletakkannya di dalam kita.

(Js. Yohanes Krisostomos, Percakapan dari Efesus, 2)

.

.

Kesedihan

Jika kita yang tidak cenderung berminat akan uang atau kehormatan maka kita tidak akan takut kematian atau kemiskinan. Kita tidak akan mengenal permusuhan atau kebencian dan kita tidak akan menderita dari penderitaan diri kita sendiri atau orang lain.

(Js. Yohanes Krisostomos)

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *