FebruariSynaxarion

Theodora yang Kudus dan Terhormat [867]

Diperingati oleh Gereja Orthodox pada 24 Februari (Kalender Sipil) / 11 Fabruari (Kalender Gereja Purba)

Ratu Theodora berasal dari Paphlagonia. Ia anak perempuan Marinus, seorang Panglima pasukan Kekaisaran. Ketika menjadi istri Kaisar Theophilus, yang merupakan Kaisar Ikonoklast yang terakhir, ia tidak turut ambil bagian dalam bidat tersebut namun secara rahasia menghormati Ikon-Ikon Kudus. Setelah kematian Theophilus, Theodora memulihkan penghormatan secara umum kepada Ikon-Ikon Kudus. Ia memerintah Kekaisaran dengan berhikmat selama lima-belas tahun dan meninggalkan kekuasaan pada tahun 857 untuk memasuki Monasteri Gastria di Konstantinopel, di mana ia wafat kepada Tuhan dalam Kekudusan. Reliknya yang Tanpa-Binasa didapati di Gereja Theotokos Teramat-Kudus Di Gua yang berada di Korfu.

Troparion Irama I

‘Sebagai Yang Diberi-Nama yang Benar-Layak seturut Karunia-Karunia yang dikaruniakan Allah, dan Gambar yang Dijadikan-Ilahi akan Hikmat dan Iman Kudus, engkau telah membuat Gereja bersinar dengan Kesalehan Ilahi, sebab engkau telah menyatakan kepada semuanya bahwa Orang-Orang Kudus di segala zaman telah menunjukkan Penghormatan kepada Ikon-Ikon, ya Theodora, engkau Hiasan yang Benar dan Indah akan Umat Orthodox’

Kontakion Irama IV

‘Kami mengidungkan puji-pujianmu sebagai Permata dan Keelokan Gereja dan sebagai Mahkota dan Pola bagi semua Ratu-Ratu Kristen, ya Theodora yang Amat-Dipuji dan Dimahkotai-Ilahi, sebab dengan mengembalikan Ikon-Ikon kepada tempatnya yang selayaknya, engkau telah menghalau bidat yang menyusup keluar dari Gereja. Karenanya, kami berseru kepadamu, Bersukacitalah, ya Daulat yang Amat-Terhormat’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *