FebruariSynaxarion

Synaxis Symeon Penerima-Allah dan Nabiah Hana yang Kudus dan Benar [Abad Pertama]

Diperingati Gereja Orthodox pada 16 Februari (kalender sipil) / 3 Februari (Kalender Gereja Purba)

Sejarah kuno mencatat bahwa Raja Mesir Ptolemius II Philadelphos mengundang tujuh-puluh Penatua dari Yerusalem guna menerjemahkan Alkitab untuk Perpustakaan Aleksandria. Symeon adalah salah seorang dari mereka. Ia menerjemahkan Kitab Yesaya yang berisi Nubuat, ‘Lihatlah, seorang Dara akan mengandung dan akan melahirkan seorang Anak Lelaki,’ dan berpikir untuk memperbaiki kata Dara dengan kata Perempuan.

Seorang Malaikat tampak menahan tangannya dan berkata, ‘Yakinlah akan perkataan yang telah dituliskan itu, engkau sendiri akan yakin bahwa ia akan dipenuhi, karenanya engkau tidak akan mengecap maut sampai engkau memandang Kristus Tuhan, Yang akan lahir dari seorang Dara yang Suci dan Tanpa-Cela’.

Menantikan Mesias Yang Dijanjikan, Oleh Ilham Roh Kudus, Symeon pergi ke Bait Yerusalem pada hari ketika Dara Teramat-Suci Maryam dan Yusuf mempersembahkan Kanak Ilahi serta mempersembahkan korban menurut Taurat Musa. Ketika Symeon melihat mereka, Roh Kudus mengungkapkan bahwa Anak yang digendong oleh Maryam adalah Mesias Yang Dijanjikan dan Juruselamat dunia. MenggendongNya di tangannya sendiri, Symeon bernubuat, ‘Sekarang biarlah HambaMu ini pergi, ya Tuhan, dalam damai menurut FirmanMu, sebab mataku telah melihat Keselamatan daripadaMu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu suatu Terang untuk menerangi bangsa-bangsa dan Kemuliaan bagi UmatMu Israel.’

Ia memberkati Maryam dan Yusuf. Lalu ia berpaling kepada Theotokos ia berkata, ‘Lihatlah, Anak ini ditetapkan bagi kejatuhan dan kebangkitan banyak orang di Israel dan sebagai suatu Tanda yang akan dipertentangkan, dan bagimu sendiri sebagai sebilah Pedang yang akan menikam jiwamu, agar pertimbangan hati banyak orang boleh terungkap’.

 Di sini juga ada Nabiah Hana, anak perempuan Phanuel dari suku Asher, yang telah sangat lanjut usianya. Setelah hidup dengan suaminya selama tujuh tahun, ia menjadi janda selama delapan-puluh empat tahun. Ia tidak keluar dari Bait Allah namun melayani Allah siang dan malam dengan berpuasa dan berdoa. Dan setelah datang pada waktu itu, memuliakan dan menubuatkan Tuhan bagi semua orang yang menantikan kelepasan di Yerusalem, Symeon Penerima-Allah wafat dalam usia yang sangat lanjut, dan pada abad keenam Reliknya dipindahkan ke Konstantinopel.

Troparion Irama I

‘Bersukacitalah, ya Sang Dara Theotokos, yang Penuh-Rahmat, sebab darimu telah bersinar Sang Matahari Kebenaran, Kristus Allah kita, yang menerangi mereka yang berada dalam kegelapan. Bersukalah juga engkau, ya sang Penatua yang Benar, yang menerima di tanganmu Sang Pelepas jiwa kita, Yang mengaruniakan kita Kebangkitan’

Kontakion Irama IV

‘Hari ini sang Penatua meminta agar dilepaskan dari belenggu hidup kebinasaan ini, dan menerima di tangannya Sang Kristus, Sang Pencipta dan Tuhan’.

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *