FebruariSynaxarion

Synaxis Ketiga Hierark Kudus Basil Agung, Gregory Teolog, dan Yohanes Krisostomos

Diperingati Gereja Orthodox pada 12 Februari (kalender sipil) / 30 Januari (Kalender Gereja Purba)

Perayaan Bersama Ketiga Pengajar ini ditetapkan menjelang tahun 1100 pada masa pemerintahan Kaisar Alexis I Comnenus. Muncul perbantahan dan perselisihan di antara orang-orang yang termahsyur dan bajik pada masa itu. Beberapa dari mereka memilih Basil Agung, sedangkan yang lain memilih Gregory Teolog dan yang lainnya lagi memilih Yohanes Krisostomos. Sehingga bertengkar satu sama lain mengenai siapa dari ketiganya yang terbesar.

Bahkan setiap kelompok ini, untuk menunjukkan dirinya di antara yang lainnya, mengambil nama Orang Kudus yang disukainya. Demikianlah mereka menyebut diri sebagai kaum Basil, kaum Gregory, atau kaum Yohanes. Untuk mengakhiri pertengkaran ini, ketiga Hierark Kudus tampak secara bersama kepada Yohanes Mavropous, seorang Rahib yang telah ditahbiskan menjadi Uskup Euchaita di Asia Kecil. Mereka mengungkapkan kepadanya bahwa Kemuliaan yang mereka miliki di Tahta Allah adalah setara dan memberitahunya agar menggubah Kanon bagi mereka, yang dilakukannya dengan keahlian dan keindahan yang agung. Yohanes juga menggubah Kanon kepada Malaikat Penjaga.

Troparion Irama I

‘Ketiga Terang Amat-Agung dari KeAllahan Tiga-Matahari telah menerangi seluruh dunia dengan Sinar-Sinar Pengajaran yang Ilahi dan Benar, merekalah Sungai-Sungai Hikmat yang Mengalir-Manis, yang dengan Pengetahuan Ilahi telah mengairi seluruh ciptaan dalam Aliran-Aliran Jernih dan Perkasa, yaitu Basil yang Agung dan Kudus, dan Pengenal-Allah, yaitu Gregory yang Berhikmat, bersama Yohanes yang Termahsyur, Krisostomos yang tersohor akan Perkataan Emas. Marilah kita semua yang mencintai Perkataan Hikmat-Ilahi dari mereka berkumpul bersama, dan menghormati mereka dengan Kidungan, sebab tanpa-henti mereka mempersembahkan permohonan bagi kita kepada Sang Tritunggal’

Kontakion Irama II

‘Para Pengkhotbah yang Kudus dan Fasih-Ilahi, yang Terutama di antara Para Pengajar, ya Tuhan, telah Engkau terima ke dalam Penikmatan Berkat-BerkatMu dan ke dalam Peristirahatan, sebab engkau telah menerima degup dan pekerjaan mereka sebagai lebih besar dari korban bakaran apapun, ya Engkau Yang Satu-SatuNya memuliakan Orang-Orang KudusMu’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *