Dogmatika

SENIN DARI MINGGU PERTAMA PUASA CATUR DASA (PRA-PASKAH)

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

Yesaya 1:1-20, Kejadian 1:1-13; Amsal 1:1-20

“Masa Puasa telah tiba, ibu dari kesuci-murnian”(Diambil dari Kidung Apostikha Pertama dari Sembahyang Singsing Fajar dari hari pertama Puasa Agung Catur Dasa). Kalau begitu apakah saat sebelum hari ini? Itu adalah saat melakukan tindak percabulan! (Berasal dari kata Rusia “bluzhdeniye”, yang artinya “percabulan” atau “mengembara kian kemari”). Jiwa telah melakukan percabulan dengan segala sesuatu yang melintas matanya sebagai sesuatu yang menyenangkan – baik dengan orang maupun dengan benda dan hal-hal lain, dan secara lebih penuh lagi, dengan hanwa nafsu yang berdosa. Setiap orang memiliki hawa-nafsunya sendiri yang menyenangkan dirinya dengan segala macam cara. Inilah waktunya untuk menghentikan hal itu. Kiranya masing-masing kamu memahami Delilahmu sendiri-sendiri (bdk. Hakim-Hakim 16), yang membelenggumu dan menyerahkanmu kepada musuh-musuhmu yang jahat, serta mencampakkan dia. Maka kamu akan diberikan apa yang lebih dari yang diberikan kepada Simson: Bukan hanya rambutmu saja yang tumbuh makin menjadi panjang tetapi demikian juga pemikiran-pemikiran yang baik akan bertumbuh dalam dirimu; dan bukan hanya kekuatan ragamu saja yang akan dikembalikan tetapi juga kekuatan dari kehendakmu. Matamu juga akan terbuka, pikiranmu akan memiliki penglihatan batin, dan itu akan melihat Tuhan, dirimu sendiri, dan segala sesuatu di sekitar kamu di dalam terang yang seharusnya. Lihatlah, inilah waktu yang selayaknya! Lihatlah, sekarang inilah hari keselamatan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *