Dogmatika

SELASA SESUDAH THEOPHANIA

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

I Petrus 3:10-22; Markus 12:18-27

“Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” ( I Petrus 3:15). Menguduskan Tuhan dalam hati seseorang adalah jiwa dan roh dari manusia tersembunyi dalam hati/manusia batiniah yang tersembunyi (I Petrus 3:4) yang kita bicarakan sebelumnya, Sebagaimana pada awalnya Tuhan menciptakan manusia berasal dari debu tanah, serta menghembuskan padanya “nafas hidup” ( Kejadian 2:7), dan manusia menjadi apa yang seharusnya jadi, demikianlah manusia tersembunyi dalam hati/manusia batiniah yang tersembunyi, diciptakan didalam batin dari kebajikan-kebajikan yang telah kita bicarakan sebelumnya itu, hanya akan menjadi seorang manusia rohani yang nyata apabila hatinya menguduskan Tuhan.

Demikianlah, kita membaca dalam Doa Bapa Kami, “dikuduskanlah kiranya NamaMu” Jika hal ini tidak terjadi,maka manusia yang terbentuk dari kebajikan-kebajikan yang disebutkan sebelumnya tadi, akan berakhir seperti bayi keguguran, tanpa roh kehidupan.

Biarlah hal ini diketahui bagi mereka yang berpikir bahwa mereka dapat menghindar dari tanggung jawab ini, hanya dengan sekedar memiliki kebajikan-kebajikan sedikit tanpa ada kaitannya dengan Tuhan! Apakah artinya menguduskan Tuhan didalam hati itu? Ini berarti menunjukkan penghormatan yang amat mendalam di hadiratNya tanpa kenal henti, selalu memelihara dalam pikirannya ingatan akan ke-Maha-Hadiran-Nya; dengan penuh rasa semangat pada setiap saat dan setiap keadaan untuk memperkenankan Dia.

Khususnya, ini berarti menyerahkan semua kehidupanmu yang sementara ini maupun kehidupan kekalmu kepada pemeliharaan ke-Bapa-anNya; untuk menerima semua apapun yang terjadi dengan penuh rendah hati, dengan penuh penyerahan, dan penuh rasa syukur, sebagai sesuatu yang langsung berasal dari TanganNya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *