Dogmatika

SELASA DARI MINGGU PEMUNGUT CUKAI DAN ORANG FARISI

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

II Petrus 2:9-22; Markus 13:14-23

“Jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” ( Markus 13:21-22) Sang Kristus, Tuhan, Juru Selamat kita adalah Sang Pendiri Gereja :”….. di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat/ekklesia/Gereja-Ku….” (Matius 16:18) yang “Satu, Kudus, Katolik (Am/Penuh-Merata/Unversal), dan Apostolik/Rasuliah” yang masih utuh dan murni ajarannya tanpa pernah mengalami perubahan,pengurangan, ataupun penambahan sejak abad pertama sampai kini., yaitu Gereja Rasuliah:Orthodox itu. Dan Dia berkenan diam didalamnya, sehingga Gereja itu disebut sebagai “kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu” (Efesus 1:23b).Dan Dia adalah Kepala dari Gereja yang didirikanNya itu serta Gereja Rasuliah itu adalah TubuhNya:”…… Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat/ekklesia/Gereja sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat/ekklesia/Gereja yang adalah tubuh-Nya…” (Eesus1:22b-23a). Dan Sang Kristus ini sekaligus menjadi Penghidup dan Penguasa atau Kepala dari Gereja::” Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat/ekklesia/Gereja sebagai Kepala”. Jadi Kristus itu tinggal di dalam Gereja yang Rasuliah, yang Orthodox itu, seperti yang dijanjikanNya:” ….. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Matius 28:20c).Oleh karena itu Gereja Rasuliah itu disebut :”… jemaat/ekklesia/Gereja dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (I Timotius 3:15). Jadi lepas dari Gereja yang Rasuliah ini yang ada hanya kebenaran yang tidak-utuh, bahkan bidat dan ajaran sesat, yang disebut sebagai :” rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,” ( Efesus 4:14b).Oleh karena itu jika kita hendak mencari kebenaran yang utuh dan yang tak pernah berubah itu, kita harus kembali kepada Gereja Allah yang hidup, Gereja Rasuliah yang Orthodox ini, yang merupakan “tiang penopang dan dasar kebenaran” serta “kepenuhan Kristus yang memenuhi segala sesuatu”itu. Jangan kemana-mana dan bukan kemana-mana. Inilah Gereja yang tak pernah mengalami Reformasi, karena tak ada yang perlu direformasi dari ajaran-ajarannya, dan tak pernah mengalami Kontra-Reformasi, karena tak ada yang perlu di “kontra” dari Gerakan Reformasi itu, karena itu terjadinya diluar batas wilayah Gereja Rasuliah Orthodox di bagian Timur itu. Oleh karena itu ada jika kelompok-kelompok keagamaan yang ajarannya tidak sesuai dengan ajaran Rasuliah yang tetap dipegang tanpa dikurangi, ditambah, ataupun diselewengkan oleh Gereja Orthodox itu, serta mereka mengatakan bahwa mereka memiliki pemahaman tentang Kristus yang benar dan bahwa merekalah yang memiliki Kristus, kita harus tetap memegang peringatan Rasul Yohanes yang demikian :” Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus (sebagaimana yang diberitakan para Rasul), tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini (ajaran Kristus yang diberitakan Rasul, dalam hal ini Rasul Yohanes), janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat” (II Yohanes 9-11). Jangan cari Kristus dimanapun, karena engkau tak akan menemukan Dia secara benar, carilah Dia didalam Gereja Allah yang Hidup “tiang penopang dan dasar Kebenaran” dan “kepenuhan Kristus yang memenuhi segala sesuatu” itu. Jika ada seseorang datang kepadamu dan mengatakan :”Kami memiliki komunitas Apostolik/Rasuliah, dan kami memiliki Kristus”, janganlah cepat percaya, ujilah dulu ajaran mereka itu dengan ajaran Rasuliah yang tetap dipelihara tanpa berubah oleh Gereja Rasuliah yang tetap ada sampai kini itu, yaitu Gereja Orthodox itu. Gereja Kristus yang satu yang didirikannya diatas dasar Petrus sebagai wakil segenap Rasul dan diatas dasar batu karang ajaran para Rasul (Matius 16:18, Efesus 2:20) itu dijanjikan Kristus bahwa itu tak dapat dikuasai oleh pintu gerbang alam maut: yaitu ajaran sesat, bidat, maupun aniaya dan serangan kekuatan2 anti Injil dan anti kepada Sang Kristus.Itulah sebabnya Gereja Rasuliah itu meskipun pada abad pertama dianiaya umat Yahudi, dan harus menghadapi serangan ajaran-ajaran sesat: dari sekte-sekte yang mencampurkan adukkan Injil dengan agama Yahudi: Ebionit, Cerinthians, Nasrani, dll, serta ajaran Sabelianisme, Montanisme, Manikhianisme, macam-macam sekte-sekte Gnostik (abad 2-3 Masehi).. Dan selama tiga ratus tahun dianiaya dan dibantai oleh pemerintah Romawi, sampai bertobatnya Konstantinus Agung pada tahun 312 Masehi. Dan sesudah itu selama jaman Konsili-Konsili Ekumenis, Gereja Rasuliah Purba itu harus menghadapi bidat-bidat: Arianisme (Konsili Ekumenis I, thn 325 Masehi), Makedonianisme (Konsili Ekumenis II, thn 381 Masehi), Nestorianisme (Konsili Ekumenis III,thn 431 Masehi) Monofisitisme (Konsili Ekumenis IV, thn 451 Masehi), Monthelitisme (Konsili Ekumenis VI, thn 680-681 Masehi), Ikonoklasme (Konsili Ekumenis VII, thn 787 Masehi). Dengan munculnya Islam pada abad ke VII Masehi banyak wilayah-wilayah Gereja Timur Rasuliah itu jatuh kepada kekuasaan Islam, dan mereka mengalami penindasan dan penganiayaan dibawah kekuasaan yang baru itu. Disamping tekanan-tekanan dan tindasan-tindasan yang dilakukan oleh sebagian dari Kaisar-Kaisar Byzantium (Romawi Timur), sampai terjadinya perpisahan antara Gereja Barat yang berpusat di Roma yang kemudian disebut sebagai Gereja Roma Katolik pada tahun 1054, dan Gereja Timur yang berpusat di Konstantinopel (Istambul-Turki), Alexandria-Mesir, Antiokhia-Syria, dan Yerusalem-Israel yang kemudian disebut Gereja Orthodox. Ketika terjadinya Perang Salib yang dilakukan oleh Gereja Barat dengan Islam, terutama pada saat Perang Salib ke IV di bulan April tahun 1204, Konstantinopel mengalami penjarahan dan penyerbuan serta pembantaian dari para tentara Perang Salib itu. Dan pada akhirnya kota Konstantinopel, ibukota dari Kerajaan Byzantium (Romawi Timur) ini, jatuh ke tangan kekuasaan Islam Turki pada tahun 1453 sampai sekarang, dan selama itu pula Gereja Rasuliah Purba:Orthodox ini mengalami penganiayaan, tekanan dan penindasan. Beberapa puluh tahun kemudian setelah kejatuhan Byzantium ke tangan Turki Islam ini, Gereja Barat yang berpusat di Roma pada tahun 1517 Masehi mengalami huru-hara besar dengan munculnya Gerakan Reformasi Protestan, dan sejak saat itulah munculnya denominasi-denominasi Protestan yang ribuan aliran jumahnya dengan ajaran yang saling berbeda satu sama lain. Pada saat terjadinya Reformasi Protestan ini di Gereja Barat ini, Gereja Rasuliah Orthodox di Timur tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu situasi yang terjadi di Gereja Barat, karena dia sendiri sedang dalam penjajahan dan aniaya penguasa Arab dan Turki. Meskipun pada tahun 988 Masehi wilayah-wilayah Rusia dan Eropa Timur telah memeluk Iman Kristen Rasuliah Orthodox ini dan berkembang dengan pesat, namun pada tahun 1917 semua wilayah Kristen Rasuliah yang Ortohodox di wilayah itu, jatuh di tangan kekuasaan Komunis, sehingga negara-negara itu menjadi Komunis, dan kurang lebih 40 juta umat Kristen Orthodox yang mati dibantai selama 70 tahun kekuasaan Komunis itu sebagai martir oleh penguasa-penguasa Komunis tersebut. Dan baru di jaman modern ini, ketika Presiden Mikhael Gorbachev memerintah di Rusia, pada tahun 1988 mencanangkan kebijaksanaan “glatsnots” dan “perestroika” kekuasan Komunis ambruklah, dan negara-negara itu terbebas dari kekuasaan Komunis, dan Gereja Rasuliah Purba di Timur itu sekarang mengalami kebangunan rohani besar-besaran. Demikianlah sesuai dengan janji Kristus sendiri, Gereja Rasuliah yang satu yang didirikanNya melalui para Rasul itu sepanjang sejarah selalu ingin ditaklukkan, dikuasai dan dibinasakan oleh Pintu Gerbang Alam maut tetapi terbukti Pintu Gerbang “alam maut tidak akan menguasainya” (Matius 16:18c). Jadi jelaslah bahwa Gereja yang didirikan para Rasul itu tetap lestari ada diatas bumi ini, tak pernah hilang, lenyap ataupun musnah, yang katanya baru diketemukan kembali oleh seseorang di jaman kemudian, meskipun alam maut selalu ingin memusnahkannya, dan itulah Gereja Orthodox ini. Dan Kristus tinggal didalamnya melalui ajaranNya yang tak pernah berubah, ditambah, dikurangi, atau diselewengkan, dan tetap kokoh seperti batu karang, melalui Kasih-Karunia, pelayanan Sakramen-Sakramennya dan Kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalamnya. Suatu aliran keagamaan yang baru didirikan kemarin sore tak mungkinlah merupakan Gereja Apostolik/Rasuliah, meskipun kalau mereka mengaku demikian. Dengan demikian Kristus dan kebenaranNya yang utuh dan murni tak mungkin ada disitu. Jikalau engkau mendengar seseorang mengatakan, “Kristus berbicara melalui aku”, sementara dia menjauhi Gereja Rasuliah yang Orthodox yang adalah “tiang penopang dan dasar Kebenaran” dan “kepenuhan Kristus yang memenuhi segala sesuatu” itu, dan tak ingin mengenal gembalanya, dan tidak dikuduskan melalui Sakramen-Sakramen, jangan percaya orang semacam itu. Kristus tidak ada dalam diri orang seperti itu; malahan roh yang lain ada didalam dia, dialah orang yang menterapkan Nama Kristus bagi menyelewengkan manusia dari Kristus,Tuhan, dan dari GerejaNya yang Kudus, yaitu Gereja yang adalah “Tubuh Kristus” dan “Kepenuhn Dia yang memenuhi segala sesuatu”. Jangan pula engkau percaya jika ada seseorang menyodorkan padamu bahkan hal yang sekecil apapun, yang asing dari ajaran Gereja Rasuliah yang Orthodox ini. Kenalilah bahwa orang-orang semacam itu adalah alat dan instrumen dari roh-roh penyesat dan adalah para pengkhotbah dusta yang berbohong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *