Dogmatika

SELASA DARI MINGGU ANAK HILANG

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

I Yohanes 3: 11-20; Markus 14: 10-42

Rasul Petrus dengan penuh semangat menegaskan bahwa sama sekali Dia tak akan menyangkal Sang Kristus; tetapi ketika sampai pada kenyataan, dia justru menyangkaliNya, sebanyak tiga kali, tidak kurang :” Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.”Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (Markus 14:29-30). Sedemikian itulah kelemahan kita manusia ini! Janganlah bersandar pada dirimu sendiri, dan jika engkau masuk ke tengah-tengah musuhmu, letakkanlah semua harapanmu untuk mengalahkan mereka kepada Tuhan. Karena untuk alasan inilah suatu kejatuhan diijinkan terjadi pada Rasul yang Agung ini. Agar sesudah itu tak seorangpun untuk terlalu lancang dan berani-beraninya melalui kekuatannya sendiri melakukan sesuatu yang baik dan untuk mengalahkan musuh, baik musuh diluar diri maupun di dalam dirinya sendiri. Engkau harus berharap pada Tuhan, tetapi jangan berhenti untuk selalu berusaha. Pertolongan dari Tuhan dipadukan dengan usaha-usaha kita, dengan demikian membuat keduanya menjadi amat penuh kuasa. Jika usaha-usaha ini tak ada disana, pertolongan Allah tak akan turun dimanapun, dan itu tak akan pernah turun. Tetapi sekali lagi, jika engkau dipenuhi dengan bersandar pada diri sendiri, dan sebagai akibatnya engkau tidak butuh pertolongan dan tak akan mencari pertolongan – sekali lagi, pertolongan Allah tidak akan turun. Bagaimanakah mungkin itu akan turun apabila itu dianggap tidak penting? Tak akan pula, dalam kasus ini, ada sesuatu apapun yang dengannya untuk menerima itu. Hal itu diterima oleh hati. Hati terbuka untuk menerima melalui perasaan membutuhkan. Jadi kedua-duanya, baik yang pertama tadi maupun yang kedua ini sangat dibutuhkan. Berserulah “Tolonglah, ya Tuhan!” Tetapi jangan hanya berpangku tangan atau bermalas-malasan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *