Dogmatika

SABTU SESUDAH THEOPHANIA

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri, Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

Efesus 6:10-17; Matius 4:1-11

Rasul Paulus dalam bacaan diatas, mengajarkan pada umat Kristen mengenai perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:13-17). Layaklah ajaran ini mengikuti pelajaran di hari Jumat Sesudah Theophania sebelumnya, dalam Synaxis dari Nabi Yohanes Pembaptis itu. Karena jika seseorang memperhatikan panggilan Allah,sehingga telah mengambil permulaan dari suatu kehidupan baru melalui kasih-karunia (rahmat/anugerah) Allah, dengan menyiapkan diri atas bagiannya yang harus dikerjakan (Filipi 2:12) “dengan sungguh-sungguh berusaha” (II Petrus 1:5), maka ia jangan sampai mengharapkan untuk istirahat dalam pemberian anugerah kehidupan baru yang cuma-cuma ini saja, malahan dia harus berjuang.

Dia telah meninggalkan dunia, dan karena itulah dunia akan mulai menekan dia, dia diselamatkan dari kuasa Iblis (Kolose 1:13), maka Iblis itupun akan mengejar-ngejar dia dan memasang jebakan di depannya, untuk menjerembabkan dia dari jalan kebaikan dan menyeret dia kembali kebawah kekuasaannya. Dia telah menyangkal dirinya dan menyangkal ke”aku”annya, bersama dengan gerombolan dari hawa-nafsunya.

Tetapi dosa yang hidup didalam kita ini (Roma 7:17-20) tidak akan secara tiba-tiba melepaskan keberadaannya yang bebas dan hanya menyenangkan diri sendiri itu begitu saja, malah setiap menit itu akan berusaha, dengan macam-macam cara, untuk menegakkan sekali lagi hidup rutinitas yang sama yang secara berlimpah-limpah memenuhi dan memberikan asupan-asupan padanya dalam masa terdahulunya. Jadi ada tiga musuh ini, yaitu: “dunia” (sisitim pemikiran dan kehidupan duniawi), “iblis”, dan “daging” (kehendak dan keinginan daging –Galatia 5:19-21 -) seperti yang dikatakan dalam Efesus 2:1-2 , yang masing-masingnya dengan gerombolannya yang tak terhitung jumlahnya; tetapi pemimpin utama yang mengendalikan mereka adalah Ibis, dengan para pembantunya yang paling dekat, yaitu roh-roh jahat. Mereka adalah yang bertanggung-jawab atas segala sesuatu dalam kehidupan yang berdosa; mereka adalah penentang kehidupan rohani. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan pada manusia Kristen untuk mengambil seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:11,13) bagi berjuang dan melawan mereka (Efesus 6:12) seolah-olah tidak ada musuh-musuh yang lain sama sekali.

Dia mengatakan :” karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12).. Kalau mereka ini tidak ada, barangkali pertarungan rohani ini juga tidak akan ada juga. Demikian juga , segera mereka itu ditolak keluar dan dihantam jatuh, maka tak akan ada lagi perlunya menolak keluar dan menghantam jatuh yang lain-lainnya. Jadi, masing-masing kalian – coba lihat dimana engkau butuh untuk mengarahkan anak-anak panahmu, atau setidak-tidaknya sisi yang mana yang khususnya engkau perlu untuk membela dirimu sendiri. Maka, belalah dirimu! Rasul Paulus,mengajar kita untuk memakai beberapa perlengkapan senjata, tetapi semuanya itu memiliki kuasanya hanya melalui kuasa Tuhan. Itulah sebabnya para petarung rohani yang berpengalaman telah meneruskan kepada kita instruksi ini:” Cambuklah musuh-musuhmu itu dengan Nama Tuhan Yesus!” (Janasuci Yohanes Klimakus “Ladder of Divine Ascent”/”Tangga Kenaikan (pada yang) Ilahi”)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *