OktoberSynaxarion

RAHIB MARTIR LUCIAN, PRESBITER ANTIOKHIA

Diperingati tanggal 15 Oktober (Julian) / 28 Oktober (Gregorian)

      Rahib Martir Lucian, Presbiter Antiokhia, lahir di kota Samosata, Suriah. Pada usia 12 tahun ia ditinggalkan yatim piatu. Lucian membagikan hartanya kepada orang miskin, dan pergi ke kota Edessa kepada Js Makarios Sang Pengaku, di bawah bimbingannya dia rajin membaca Kitab Suci dan mempelajari kehidupan asketik. Karena ia rajin memberitakan kekristenan dengan kesalehan di antara orang-orang Yahudi dan pagan, Js Lucian diangkat menjadi presbiter.

Di Antiokhia Js Lucian membuka sekolah, di mana di sana berkumpul banyak siswa yang belajar kepadanya. Maka Js Lucian menyibukkan dirinya dengan pekerjaan mengajar, dan dia mengoreksi teks Kitab Suci, yang telah dirusak oleh para bidat. (Seluruh teks Yunani dari Alkitab yang dikoreksi olehnya disembunyikan di dinding selama akta pengakuannya, dan ditemukan pada masa Js Constantine Agung).

Selama penganiayaan terhadap orang-orang kristen di bawah rezim kaisar Romawi Maximinus Daia (310-313M), Js Lucian ditangkap, dan dia dikirim ke penjara di Nikomedia, di mana selama 9 tahun dia menguatkan dan mendampingi orang-orang Kristen yang dipenjara bersama dengan dia, dan mengingatkan mereka untuk tidak takut siksaan dan kematian.

 Js Lucian meninggal di penjara karena banyak siksaan dan kelaparan yang mengerikan. Sebelum kematian, ia ingin mengambil bagian dari Misteri Kudus Kristus pada hari raya Theophany, sang imam martir ini diikat dengan rantai ke sebuah kotak, dipaksa untuk mempersembahkan Kurban Tak Berdarah di dadanya, dan semua orang Kristen yang berada di sana di penjara berkumpul.

Sang martir suci akhirnya meninggal karena penganiayaan dan kelaparan pada tahun 312M. Jenazahnya dibuang ke laut, tetapi setelah 30 hari lumba-lumba membawa tubuhnya ke pantai. Orang-orang percaya dengan hormat menguburkan tubuh Js Lucian di Drepanum, Teluk Nicomedia, yang kemudiannya diganti nama menjadi Helenopolis sebagai penghormatan kepada Helena, ibu kaisar Konstantinus Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *