Terapan

PRAKTIK PUASA GEREJA ORTHODOX SAMPAI SEKARANG

Praktek ibadah puasa dalam Gereja Perdana dapat kita jumpai dalam suatu dokumen purba yang bernama ‘’Didakhee Toon Apostoloon’’ (‘’Pengajaran Rasul-Rasul’’) dalam kaitannya dengan persiapan baptisan dan puasa harian. Mengenai persiapan baptisan dikatakan demikian:

’’ Dan
sebelum baptisan, baik yang membaptis maupun yang akan dibaptis haruslah berpuasa, bersama dengan orang-orang lain yang dapat ikut serta. Dan harus dipastikan bahwa orang yang kan dibaptis berpuasa selama satu atau dua hari sebelumnya ‘’ ( 7:4)

praktek yang mana tetap dijalankan dalam Gereja Orthodox masakini. Dan mengenai puasa harian dikatakan:

’’ Tetapi
janganlah sampai puasamu itu jatuh pada hari-hari yang sama dengan kaum munafik (‘’kaum Farisi, lih.Mat.6:16,pen.), yang berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Namun hendaknya engkau berpuasa pada hari Rabu dan Jum’at’’ ( 8: 1),

praktek puasa harian :Rabu (sebagai
peringatan hari Yesus Kristus dikhianati Yudas) dan Jum’at (sebagai peringatan hari Penyaliban Yesus Kristus) inipun tetap dipraktekkan oleh Gereja Orthodox masakini..

1.Puasa Agung Catur Dasa

Jika Allah mewajibkan bangsa Israel untuk berpuasa pada hari Raya Pendamaian dimana
korban penghapus dosa disembelih, ummat Kristen perdana mengerti bahwa :

’’ Anak Domba
Paskah kita juga telah disembelih ‘’( I Kor.5:7)

karena Kristus itulah

‘’ Anak Domba Allah
yang mengangkut/menghapus dosa-dosa dunia’’ ( Yohanes 1:29)

sebagaimana domba
sembelihan pada Hari Raya Pendamaian itu juga menghapus/ mengangkut dosa-dosa ummat
Israel. Demikianlah sejak zaman Perdana Hari Pengorbanan Anak Domba Allah yaitu Hari Paskah itu telah menjadi Hari Raya terbesar bagi Ummat Kristen Perdana. Terutama pada saat Masa Sengsara Yesus selama satu minggu penuh sampai Hari Paskah itu sendiri, ummat Kristen Perdana
melakukan Puasa. Karena pada saat Paskah itu ummat Kristen mengalami perjumpaan dengan Yang Ilahi oleh Kebangkitan Kristus, maka sebagaimana Musa ketika akan berjumpa dengan Yang Ilahi itu menjalankan puasa 40 hari 40 malam ( Keluaran 34:28), dan Yesus Kristus sendiri sebelum menjelankan tugas ke-MesiasanNya untuk menyatakan Yang Ilahi pada UmmatNya juga telah berpuasa 40 hari 40 malam ( Matius 4:2), maka puasa 40 hari itupun telah menjadi praktek Gereja sejak zaman purba untuk menyongsong Paskah, perjumpaan dengan Yang Ilahi melalui
Kebangkitan Kristus.

Dalam prakteknya masa Puasa 40 hari sebelum Paskah ini dalam Gereja Orthodox ini disebut sebagai : ‘’Tessarakosti’’ (Empat puluh) dan dalam bahasa Inggris ‘’Lent’’ yang di dalam Gereja Orthodox di Indonesia disebut sebagai ‘’Puasa Agung Catur Dasa’’. Gereja Roma Katolik di Indonesia menyebutnya sebagai Puasa Pra-Paskah, meskipun tanggal pelaksanaannya berbeda, karena perbedaan kalender yang digunakan. Gereja Orthodox menggunakan Kalender yang lebih tua yaitu Kalender Yulian, sedangkan Gereja Roma Katolik dan Protestan menggunakan Kalender Gregorian atau Kalender umum yang sekarang kita pakai di Indonesia ini.

Bersambung…

PRAKTIK PUASA GEREJA ORTHODOX SAMPAI SEKARANG PART II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *