JanuariSynaxarion

Peringatan Nabi Kudus Malakhi (400 SM)

Diperingati Gereja Orthodox pada 16 Januari (kalender sipil) / 3 Januari (kalender Gereja purba)

Malakhi adalah yang terakhir dari Keduabelas Nabi Kecil dan dari semua Nabi-Nabi Kudus Perjanjian Lama. Ia lahir setelah kembalinya orang-orang Ibrani dari Penawanan Babilonia pada tahun 538 SM. Wajahnya sangat tampan. Menurut legenda, orang-orang memanggilnya malaikat, mungkin karena keelokan luarnya atau karena kemurnian spiritualnya, atau bahkan, mungkin karena hubungannya dengan malaikat Allah. Dalam banyak kesempatan dia berbicara secara langsung dengan seorang malaikat. Ketika ini terjadi, yang lain mendengar suara malaikat; tetapi mereka tidak layak untuk melihat wajah malaikat itu. Apa yang diberitakan malaikat itu, nubuat Maleakhi muda. Dia berseru menentang Israel yang tidak tahu berterima kasih dan melawan para imam yang melanggar hukum. Ia bernubuat pada zaman Nehemiah, seorang yang berhikmat di antara orang-orang Ibrani, yang juga memegang jabatan yang tinggi dan berkuasa di istana Artaxerxes Raja orang-orang Persia. Kitab Nubuat Malakhi Kudus dibagi menjadi empat bagian. Di dalamnya ia menubuatkan Kedatangan Kristus, Sang Matahari Kebenaran, dan akan penghakiman semesta terakhir dan mendahsyatkan. Yakni lima ratus tahun sebelum Kristus, Maleakhi dengan jelas menubuatkan kedatangan dan misi Yohanes Pembaptis: “Sesungguhnya aku mengutus utusanku untuk mempersiapkan jalan di hadapanku” (Maleakhi 3: 7). Terutama, dia adalah nabi di hari Penghakiman yang Mengerikan. “Sebelum hari Tuhan datang, hari yang besar dan mengerikan” (Maleakhi 3: 23-24). Dia mempersembahkan dirinya kepada Tuhan saat masih muda. Setelah dia, tidak ada lagi nabi di Israel sampai Yohanes Pembaptis


Troparion Irama II


‘Kami memperingati Peringatan NabiMu Malakhi, ya Tuhan, melaluinya kami memohonkanMu, Selamatkanlah jiwa kami’


Kontakion Irama IV


‘Diperkaya oleh Karunia Nubuat, ya Nabi, engkau telah nyata mengumandangkan Keselamatan kepada dunia dan Kedatangan Kristus, Yang oleh PancaranNya dunia telah diterangi’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *