FebruariSynaxarion

Peringatan Martir dan Tanpa-Pamrih Kudus Tryphon dari Lampsacus di Suriah [250]

Diperingati Gereja Orthodox pada 14 Februari (kalender sipil) / 1 Februari (Kalender Gereja Purba)

Martyr Tryphon lahir di Frigia, salah satu distrik di Asia Kecil, di desa Lampsacus. Pada masa mudanya ia menggembalakan angsa. Dipenuhi oleh Karunia-Karunia Roh Kudus, ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat tanpa meminta bayaran. Oleh doanya ia menghalau tulah belalang pelahap dan menyelamatkan kotanya dari kelaparan. Js. Tryphon menjadi sangat terkenal karena mengusir roh jahat dari putri Kaisar Romawi Gordian (238-244). Dalam membantu semua orang yang kesusahan, dia hanya meminta satu hal dari mereka: yaitu iman kepada Yesus Kristus, Sang Pemberi karunia sehingga dia menyembuhkan mereka.

Ketika Kaisar Decius (249-251) menduduki tahta kekaisaran, ia memulai penganiayaan sengit terhadap orang-orang Kristen. Seseorang melaporkan kepada komandan Aquilinus bahwa Js. Tryphon dengan berani memberitakan iman kepada Kristus, dan bahwa ia memimpin banyak orang kepada Pembaptisan. Orang suci itu ditangkap dan dibawa ke Nikaea. Menjadi sasaran interogasi, di mana ia tanpa rasa takut mengakui imannya.

Dia menjadi sasaran siksaan yang kejam: mereka memukulinya dengan pentung, menyapu tubuhnya dengan kait besi, mereka membakar dagingnya dengan api, dan membawanya melewati kota, setelah paku besi dipalu di kakinya. Janasuci Tryphon dengan berani menanggung semua siksaan tanpa mengeluh. Sebelum dibunuh Tryphon berdoa dan mengucap syukur kepada Allah sebab menguatkannya dalam derita dan memohonkan Tuhan agar memberkati mereka yang memanggil namanya untuk mendapat pertolongan.

Ketika para prajurit mengangkat pedang di atas kepala martir suci, ia menyerahkan jiwanya ke tangan Tuhan. Peristiwa ini terjadi di kota Nikea pada tahun 250. Orang-orang Kristen membalut tubuhnya dalam kain kafan yang bersih dan ingin menguburkannya di kota Nikaea, tempat dia menderita, namun Tryphon muncul dalam Penglihatan dan memerintahkan mereka agar membawa tubuhnya ke tanah asalnya ke desa Lampsacus. Tryphon adalah salah seorang dari para Tanpa-Pamrih Kudus. Ia juga dipanggil namanya untuk melindungi kebun dari serangga dan hama. Kemudian Reliknya dipindahkan ke Konstantinopel, dan lalu ke Roma.

Di Rusia, Js Tryphon dianggap sebagai Janasuci pelindung burung. Ada sebuah cerita bahwa ketika Tsar Ivan yang mengerikan sedang berburu, pelatih elang itu dengan ceroboh membiarkan elang favorit Tsar terbang menjauh. Tsar memerintahkan pelatih elang Tryphon Patrikeiev untuk menemukan burung itu dalam waktu tiga hari, atau dia akan dihukum mati. Tryphon mencari di seluruh hutan, tetapi tidak berhasil.

Pada hari ketiga, kelelahan karena pencarian yang lama, ia kembali ke Moskow ke tempat yang disebut Marinaya Grove. Untuk mengatasi keletihan, dia berbaring untuk beristirahat, dan dengan sungguh-sungguh berdoa kepada Janasuci pelindungnya, Martir Tryphon, untuk meminta bantuan.

Dalam mimpi ia melihat seorang pemuda di atas kuda putih, memegang elang Tsar di tangannya. Pemuda itu berkata, “Ambil burung yang hilang ini, pergilah kepada Tsar dan jangan bersedih.” Ketika dia bangun, pelatih elang itu benar-benar melihat elang favorit Tsar ada di pohon pinus. Dia membawanya ke Tsar dan memberitahunya tentang bantuan ajaib yang diterimanya dari Martir Tryphon yang kudus. Bersyukur kepada Js. Tryphon karena menyelamatkan hidupnya, Tryphon Patrikeiev membangun sebuah kapel di tempat di mana Jana Suci itu muncul. Belakangan, ia juga membangun sebuah Gereja yang didedikasikan untuk Martir Tryphon yang kudus di Moskow.

Martir suci ini sangat dihormati di Gereja Orthodox Rusia sebagai pelindung surgawi Moskow. Banyak ikon Rusia menggambarkan orang suci memegang elang di lengannya.

Troparion Irama IV

‘Dalam deritanya, ya Tuhan, MartirMu Tryphon menerima Mahkota Tanpa-Binasa dariMu Allah kami, sebab, dengan memiliki Kuat-KuasaMu, ia meniadakan para penindas dan menghancurkan keangkuhan lemah roh-roh jahat. Oleh permohonannya selamatkanlah jiwa kami.

Kontakion Irama VIII

‘Dengan Keteguhan dari Sang Tritunggal engkau telah mencabut penyembahan ilah-ilah dari ujung-ujung bumi, ya Yang Amat-Mulia, dan dihormati dalam Kristus, engkau telah menaklukkan para penindas dalam Kristus Sang Juruselamat dan menerima suatu Mahkota bagi Kemartiranmu dan Karunia-Karunia Kesembuhan Ilahi, sebab engkau Tak-Tertakluk.

(oca.org/saints/lives/2019/02/01/100397)

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *