DesemberSynaxarion

Peringatan Martir-Agung Kudus Katherina Dari Aleksandria [305]

Diperingati oleh Gereja Orthodox pada tanggal 8 Desember (kalender sipil) / 25 November (kalender Gereja)

Katherina lahir sebagai seorang pagan di Aleksandria. Ibunya, seorang Kristen, membesarkannya dengan pendidikan yang terbaik. Banyak pelamar yang melamarnya menikah, namun ia menyatakan bahwa ia hanya mau menikahi seseorang yang melampauinya dalam kemuliaan, kekayaan, keelokan, dan hikmat. Ibunya membawanya kepada seorang Penatua Kudus yang menceritakan mengenai Sang Mempelai Sorgawi, yaitu Yesus Kristus, kepadanya. Ia menyuruhnya berdoa sepanjang malam di hadapan Ikon Theotokos dan Yesus.

Ketika ia jatuh tertidur, ia melihat Penglihatan Theotokos dan Yesus, namun Kristus tidak mau memandangnya dan berkata bahwa ia tidak layak. Tuhan memerintahkannya agar kembali kepada Penatua untuk menerima pengajaran, yang lalu membaptisnya dan mengajarnya berdoa sepanjang malam dan berpuasa. Lagi ia menerima penglihatan di mana Kristus memberitahunya bahwa ia telah layak untuk dipandang dan memberinya cincin. Kaisar Maximinus memerintahkan agar diadakan perayaan bagi ilah-ilah dan banyak hewan dikorbankan. Melihat hal ini dengan sedih, Katherina pergi kepada Kaisar dan memberitahunya bahwa ilah-ilahnya adalah roh-roh jahat yang berasal dari khayalan dan tipu daya. Ia memberitahunya bahwa hanya ada Satu Allah, yang FirmanNya memelihara seluruh dunia.

Maximinus mengumpulkan seratus lima-puluh orator untuk berbantah dengannya. Penghulu-Malaikat Mikhael menampakkan diri kepada Katherina dan memberitahunya bahwa Allah akan menambahkan hikmatnya, dan ia akan menyelamatkan banyak orang. Ia menaklukkan para orator itu dalam perbantahan dan mempertobatkan mereka kepada Kristus. Kaisar menghukum mati mereka semua dengan dibakar, namun tidak sehelai rambutpun di kepala mereka yang terbakar dalam
wafat mereka kepada Tuhan.


Karena tidak bisa dibujuk oleh sanjungan Kaisar, Katherina dipukuli hingga berdarah dan dipenjarakan. Istri Kaisar, Panglima, dan dua-ratus prajurit mengunjungi Katherina di penjara. Mereka semua menjadi orang-orang Kristen dan dipenggal atas perintah Kaisar. Kaisar lalu meminta Katherina menjadi ratunya jika ia bersedia menyembah berhala-berhala. Ketika menolak, Katherina dikirim ke tempat pembunuhan dengan diikuti oleh sekumpulan besar orang-orang yang meratapinya. Ia menyuruh orang-orang tidak percaya agar meratapi kebinasaan mereka sendiri. Dalam doa, Katherina dipenggal pada usia delapan-belas tahun. Susu mengalir dari lukanya. Reliknya yang harum berada di Monasteri Katherina Yang Kudus di Gunung Sinai.

Troparion Irama I

‘Marilah kita memuji sang Mempelai Kristus yang amat-berbahagia, Katherina yang Ilahi, Pelindung Sinai, Bantuan dan pertolongan kita. Sebab ia dengan cemerlang mendiamkan kefasihan mereka yang fasik dengan pedang roh, dan sekarang, dimahkotai sebagai Martir, ia memohonkan rahmat yang agung bagi semuanya’

Kontakion Irama II

‘Ya sahabat-sahabat para Martir, sekarang secara Ilahi bangkitkanlah bala kidungan yang baru, dan pujilah Katherina yang amat-berhikmat. Sebab ia
mengumandangkan Kristus di gelanggang, menginjak-injak si Ular, dan meludahi pengetahuan para orator’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *