FebruariSynaxarion

Peringatan Kedua Tanpa-Pamrih Kudus Cyrus dan Yohanes Pengerja-Mukjizat [311]

Diperingati Gereja Orthodox pada 13 Februari (kalender sipil) / 31 Januari (Kalender Gereja Purba)

Cyrus dan Yohanes hidup pada tahun-tahun pemerintahan Diokletian. Cyrus berasal dari Aleksandria dan Yohanes berasal dari Edessa di Mesopotamia. Muncul penganiayaan hebat pada masa itu sehingga Cyrus pergi ke Teluk Arabia di mana terdapat kelompok Kerahiban. Yohanes, seorang prajurit, datang untuk bergabung dengannya. Sejak saat itu mereka menjalani hidup mereka dalam mengerjakan segala kebajikan dan menyembuhkan kesakitan dan penyakit secara cuma-cuma oleh Rahmat Kristus, sebab itu mereka diberi gelar Tanpa-Pamrih.

Mereka mendengar bahwa ada seorang perempuan bernama Athanasia yang telah ditangkap bersama ketiga anak perempuannya, yaitu Theodora, Theoktiste dan Eudoxia. Dibawa ke pengadilan sebab Pengakuan Iman mereka. Khawatir jangan-jangan gadis-gadis muda yang lemah lembut ini menjadi ketakutan akan siksaan dan menyangkal Kristus, mereka pergi untuk menguatkan dalam pertandingan Kemartiran, karena itu mereka juga ditahan.

Setelah Cyrus, Yohanes dan perempuan-perempuan ini disiksa dengan keras, semuanya dipenggal pada tahun 292. Makam mereka menjadi Tempat Doa yang termahsyur di Mesir dan tempat Ziarah bagi seluruh dunia.

Troparion Irama V

‘Ya Kristus Allah, Engkau telah mengaruniakan kami Benteng Tak-Tertembus dalam Mukjizat-Mukjizat kedua Martir KudusMu. Melalui permohonan mereka hancurkanlah mufakat bangsa-bangsa dan kuatkanlah tongkat Kerajaan Raja-Raja, sebab Engkau Saja Yang Baik dan mengasihi umat manusia’

Kontakion Irama III

‘Menerima Karunia Mukjizat dari Rahmat Ilahi, ya Orang-Orang Kudus, kalian mengerjakan Keajaiban tanpa henti dan memutuskan segala hawa nafsu kami dengan Keahlian Tak-Tampak, ya Cyrus yang Berhikmat-Ilahi dan Yohanes yang Mulia, sebab kalian adalah Tabib-Tabib Ilahi’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *