JanuariSynaxarion

Paulus yang Kudus dan Terhormat dari Thebes [341]

Diperingati Gereja Orthodox pada 28 Januari (Kalender Sipil) / 15 Januari (Kalender Gereja Purba)

Paulus dari Thebes lahir di Thebes di Mesir. Ia menjadi yatim-piatu dan sangat menderita karena seorang kerabat yang tamak terhadap harta warisan orangtuanya. Pada masa aniaya terhadap orang-orang Kristen di bawah pemerintahan Kaisar Decius, Paulus mengetahui bahwa ada rencana jahat untuk menyerahkannya kepada para penganiaya sehingga iapun meninggalkan kota menuju gurun.

Paulus berdiam di gua di kaki bukit. Selama sembilan-puluh satu tahun ia berdoa tanpa-henti kepada Allah siang dan malam. Ia makan kurma dan roti yang dibawakan seekor burung gagak baginya dan berpakaian pakaian yang terbuat dari daun-daun palem. Sebelum wafatnya, Tuhan mengungkapkan mengenainya kepada Penatua Antonius Agung yang juga bertapa di gurun Thebes. Datang pikiran kepada Antonius bahwa hampir tidak ada seorang penduduk gurun lainnya yang seagung dirinya. Ia mendengar Suara, ‘Antonius, ada seorang Hamba Allah yang lebih hebat darimu, dan ia telah berdiam di gurun ini sebelum engkau. Pergilah lebih jauh ke dalam tempat terpencil dan di sana temuilah dia’.

Dengan rendah-hati, Antonius pergi ke gua Paulus yang keluar menyambutnya. Mereka saling menyapa nama, memeluk satu sama lain, dan berbicara lama. Seekor burung gagak terbang dan membawakan mereka roti. Rahib Paulus mengungkapkan kepada Antonius bahwa wafatnya telah mendekat dan memintanya agar menguburkannya. Ia lalu wafat pada waktu doa, dalam keadaan tegak berlutut. Disaksikan oleh Antonius, jiwanya disertai para Malaikat dan Nabi dan Rasul Kudus naik kepada Allah.

Dua ekor singa berlari keluar dari gurun dan dengan cakar mereka menggali kuburnya. Antonius lalu menguburkan Paulus. Membawa jubah daun palem, Antonius kembali ke Monasterinya. Rahib Paulus dari Thebes wafat pada tahun 341 pada usia seratus tiga-belas tahun. Pada abad keduabelas tubuhnya, atas perintah dari Kaisar Manuel, dipindahkan ke Konstantinopel di Monasteri Peribleptoi. Kemudian tubuhnya dibawa ke Venisia dan akhirnya ke Hungaria di Ofa. Sebagian dari kepalanya berada di Roma.

Troparion Irama IV

‘Ya Allah Bapa-Bapa kami, selalu berlakulah terhadap kami sesuai dengan Kelemah-LembutanMu. Janganlah mengambil Belas-KasihMu dari kami, namun melalui Permohonan mereka arahkanlah hidup kami dalam Damai’

Kontakion Irama III

‘Hari ini marilah kita memuji dalam Kidungan Pelita Tanpa-Padam Matahari Akali, sebab engkau telah bersinar atas mereka yang berada dalam kegelapan kebodohan, dan menuntun semuanya kepada Ketinggian Ilahi, ya Paulus yang Terhormat, Hiasan orang-orang Thebes, Dasar Teguh Bapa-Bapa dan Mereka Yang Terhormat’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *