JanuariSynaxarion

Nabi Semaya / Shemaiah (Samaia, Semeias) Abad ke-X SM)

Diperingati Gereja Orthodox pada 21 Januari (Kalender Sipil) / 8 Januari (kalender Gereja Purba – Greek Tradition)

Semaya / Semaiah (Samea dalam Septuaginta) adalah seorang nabi di masa pemerintahan Raja Salomo dan putranya Rehoboam / Rahabeam (1 Raja-raja 12: 22-24; 2 Tawarikh 11: 2-4). Menurut 1 Raja-raja dan 2 Tawarikh, campur tangan Semaya mencegah perang antara Rehoboam dan Yerobeam menyebabkan suku-suku utara Israel memisahkan diri dari suku-suku Yehuda dan Benyamin. Raja Rehoboam telah mengumpulkan 180.000 pasukan untuk secara paksa mengembalikan sepuluh suku pemberontak.

Semaya dikenal sebagai “abdi Allah”, dan dia bernubuat dalam firman Allah, (2 Tawarikh 11:4): “Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.”

Kata-kata Semaya dipatuhi dan tentara mundur. Ini adalah pengingat akan kesatuan ras Ibrani. 2 Tawarikh 12 lebih lanjut menyatakan bahwa Semaya menubuatkan hukuman Rehoboam oleh Sishak, raja Mesir. Setelah posisi Rehoboam sebagai raja ditetapkan dan dia menjadi kuat, dia dan seluruh Israel bersamanya meninggalkan hukum Tuhan. Karena mereka tidak setia kepada Tuhan, raja Sishak dari Mesir menyerang Yerusalem pada tahun kelima pemerintahan Raja Rehoboam.

Kemudian Nabi Semaya datang ke Rehoboam dan para pemimpin Yehuda yang telah berkumpul di Yerusalem karena takut pada Sishak, dan dia berkata kepada mereka, “Inilah yang Tuhan katakan, ‘Kamu telah meninggalkan aku; oleh karena itu, sekarang aku meninggalkan kamu untuk Shishak.” Para pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan berkata, “Tuhan itu adil.” Ketika Tuhan melihat bahwa mereka merendahkan diri mereka sendiri, firman Tuhan ini datang kepada Semaya: “Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka dan kehangatan murka-Ku tidak akan dicurahkan atas Yerusalem dengan perantaraan Sisak. Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi.”

Kita juga membaca bahwa Nabi Semaya menulis kitabnya sendiri, tetapi kitab itu hilang. Seperti yang dikatakan dalam 2 Tawarikh 12:15,
“Bukankah riwayat Rehabeam dari awal sampai akhir semuanya tertulis dalam riwayat Semaya, nabi itu, dan Ido, pelihat itu, — yang juga memuat daftar silsilah.

Lebih jauh, Nabi ini tidak boleh disamakan dengan “Semaya” orang Nehelam dalam Yeremia 29:24, yang adalah seorang nabi palsu. Kebingungan ini sering dibuat ketika Nabi Semaya disebut sebagai “orang Elam”. Faktanya, ada delapan belas orang lain di Perjanjian Lama yang menggunakan nama ini.

Kidung Troparion – Irama 2

Kami merayakan kenangan / Nabimu Semaya, ya Tuhan; / melaluinya kami memohon kepadaMu, / selamatkanlah jiwa kami.

Kidung Kontakion – Irama 4

Tercerahkan oleh Roh, hati murnimu menjadi tempat tinggal nubuat yang paling indah; Aku melihat hal-hal yang jauh seolah-olah mereka sudah dekat. / Oleh karena itu, kami menghormatimu, Nabi Semaya yang diberkati dan mulia.

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *