FebruariSynaxarion

Nabi Kudus Azarya (Azariah) – (Abad ke-X SM)

Diperingati oleh Gereja Orthodox pada 16 Februari (Kalender Sipil) / 3 Februari (Kalender Gereja Purba)

Nabi Kudus Azarya (Azariah) adalah putra Oded (atau Addo) dan hidup pada masa pemerintahan Raja Asa (910-870 SM, Lihat 2 Tawarikh 15: 1) yang merupakan putra dan penerus Abia di kerajaan Yehuda. Azarya memperingatkan tentang penyakit di masa depan yang akan menimpa kerajaannya jika dia tidak berpaling kepada TUHAN dan mengadakan pembaharuan. Azarya datang dari tanah Sembatha dan mendesak orang-orang untuk tidak menyembah “dewa” palsu, tetapi untuk tetap setia pada Perjanjian dengan Allah.

Asa menyembah satu Allah yang benar, dan menyingkirkan altar “dewa” asing dari negerinya, merobohkan pilar dan menebang kebun suci mereka. Dia memberi tahu orang-orang untuk dengan sungguh-sungguh mencari Allah nenek moyang mereka, dan untuk mematuhi Hukum dan Perintah. Setelah memindahkan altar dan berhala pagan dari semua kota di Yehuda, dia memerintahkan bangsanya untuk membentengi kota mereka dengan tembok dan menara.

Raja Asa memiliki 300.000 prajurit di Yehuda, dan 280.000 prajurit yang perkasa di tanah Benyamin. Menurut penuturan 2 Tawarikh pasal 14 dan 15, Zerah si orang Etiopia pergi melawan Yehuda dengan satu juta orang laki-laki.

Asa berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, meminta agar dia bisa menang melawan rintangan yang begitu besar. Allah memukul orang Etiopia dan tentara Asa mengejar dan menghancurkan mereka. Dia menghancurkan kota mereka dan menjarah kota mereka, dan kemudian dia kembali ke Yerusalem.

Setelah Raja Asa meraih kemenangan, Roh Allah mendatangi Azarya. Dia pergi menemui Asa dan berkata, “Dengarkan aku, Raja Asa, dan semua orang dari suku Yehuda dan Benyamin. TUHAN akan menyertaimu selama engkau bersama-Nya, menyembah nama-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya. Ketika kamu mencari-Nya, kamu akan menemukan Dia; tetapi jika kamu meninggalkan Dia, Dia juga akan meninggalkanmu.”

Kata-kata ini harus dihargai oleh setiap bangsa dan oleh setiap orang. Untuk waktu yang lama Israel tanpa Tuhan yang benar, tanpa seorang imam untuk mengajar dan tanpa hukum. Tetapi dalam kesusahan mereka, mereka berpaling kepada Tuhan, Allah Israel, dan mencari Dia, dan Dia ditemukan oleh mereka. Pada masa itu tidak aman untuk bepergian, karena semua penduduk negeri berada dalam kekacauan besar. Satu bangsa sedang dihancurkan oleh bangsa lain dan satu kota oleh kota lain, karena Tuhan mengganggu mereka dengan segala jenis kesusahan.

Nabi Azarya wafat dengan damai dan dimakamkan di ladangnya. Dalam ikonografi Gereja ia digambarkan sebagai seorang lelaki tua dengan rambut keriting. Nama Azarya (Azariah) berarti “yang ditolong TUHAN.”

Tobit 5:12 menyebut bahwa Azarya sebenarnya adalah putra Ananias;

Kidung Troparion – Irama 2
Kami merayakan kenangan / Nabi Azarya-Mu, ya TUHAN; / melaluinya kami memohon kepadaMu, / selamatkan jiwa kami.

Kidung Kontakion – Irama 4
Tercerahkan oleh Roh, hati murnimu menjadi tempat tinggal nubuat yang paling indah; Aku melihat hal-hal yang jauh seolah-olah mereka sudah dekat. / Oleh karena itu, kami menghormatimu, Nabi Azarya yang diberkati dan mulia.

Referensi :

  • Saints & Feasts, Johnsanidopoulos
  • Live Saints, OCA

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *