JanuariSejarahSynaxarion

MURID – MURID KUDUS DARI 70 MURID : Prochorus, Nikanor, Timon dan Parmenas

Diperingati pada 28 Desember (Julian), 28 Juli (Julian), 10 Januari (Gregorian)

      Murid-murid Kudus dari 70 murid : Prochorus, Nikanor, Timon dan Parmenas adalah diakon-diakon pertama di Gereja Kristus.

      Dalam kitab Kisah Para Rasul (6:1-6) diceritakan, bahwa di Yerusalem kedua belas rasul memilih tujuh orang: Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolas, yang penuh Roh Kudus dan hikmat. , dan menetapkan mereka untuk melayani sebagai diaken.

      Gereja Suci umumnya memperingati mereka pada tanggal 28 Juli, meskipun mereka meninggal di berbagai waktu dan di berbagai tempat.

      Js Prochorus pada awalnya mendampingi Rasul Petrus dan kemudian diangkat olehnya menjadi uskup di kota Nikomedia. Setelah Tertidurnya Bunda Allah yang Tersuci (Dormition atau Uspenie), Prochorus adalah rekan dan rekan kerja Rasul Suci Yohanes Sang Teolog dan bersama-sama dengan dia dibuang ke pulau Patmos. Di sana ia menuliskan Wahyu Tuhan, – yang diwahyukan kepada Rasul Suci Yohanes, tentang nasib akhir dunia (Apocalypse). Sekembalinya ke Nikomedia, Js Prochorus mempertobatkan orang-orang kafir menjadi pengikut Kristus di kota Antiokhia dan di sana menerima kematian seorang martir.

      Js Nikanor menderita pada hari itu ketika Stefanus Martir Pertama yang kudus dan banyak orang Kristen lainnya dibunuh dengan dirajam.

Js Timon diangkat oleh para Rasul sebagai uskup kota Bastoria di Arabia dan menderita dari orang-orang Yahudi dan pagan karena memberitakan Injil. Dia dilemparkan ke dalam tungku, tetapi dengan kuasa Allah dia keluar dari situ tanpa terluka. Tradisi Gereja Roma mengatakan, bahwa Santo Timon meninggal dengan penyaliban di kayu salib.

 Js Parmenas dengan bersemangat mengabarkan Kristus di Makedonia. Dia meninggal karena penyakit yang menimpanya. Ada juga pendapat, bahwa Js Parmenas menderita di bawah rezim kaisar Trajan (98-117M) pada tahun terakhir pemerintahannya, setelah meninggal dunia sebagai martir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *