DesemberSynaxarion

Martir Kudus Episkop Eleutherius Dari Illyria Dan Js. Anthia [125]

Diperingati oleh Gereja Orthodox pada tanggal 28 Desember (kalender sipil) / 15 Desember (kalender Gereja)

Episkop Eleutherius lahir di Roma pada abad kedua. Ayahnya seorang pagan, namun ibunya yang kemudian menjadi janda, Anthia, seorang Kristen. Eleutherius menerima Kristus sebagai Juruselamat. Ia memiliki kemampuan akal yang begitu besar sehingga melampaui guru-gurunya, yang salah satunya menyarankan kepada Anthia agar anak itu dibawa kepada Episkop Anicetus, yang kemudian menerimanya di bawah pengawasannya secara pribadi.


Eleutherius diangkat menjadi seorang Pembaca pada usia tiga-belas tahun. Ketika berusia lima-belas tahun ia ditahbiskan menjadi seorang Diakon dan pada usia tujuh-belas tahun menjadi seorang Imam Gereja. Akhirnya pada usia dua-puluh ia diangkat kepada Tahta Keuskupan dan melayani Gereja di Illysia pada masa aniaya yang tanpa-ampun terhadap orang-orang Kristen. Kaisar Hadrian mengirim Centurionnya yang paling terpercaya, Felix, untuk menahan Episkop Eleutherius dan membawanya menghadap Prefek Roma yaitu Corivus untuk diadili.

Felix memutuskan untuk menahannya secara diam-diam. Ia mendapati Eleutherius sedang memulai khotbah di Gereja. Khotbah Eleutherius menyebabkan Felix maju dan meminta dibaptis menjadi seorang Kristen. Sesudahnya, Felix mengakui tujuan kedatangannya dan memohon pengampunan. Episkop Eleutherius mengampuninya dan memerintahkannya agar membawanya kembali ke Prefek.

Dengan sangat enggan Felix membawa Episkop Eleutherius untuk diadili oleh Prefek, dan di perjalanan ia menawarkan untuk membantunya melarikan diri. Namun Eleutherius menolak. Ia dibawa ke pengadilan dan dipenjarakan, disiksa, dan dipenggal bersama ibunya Anthia pada tanggal 15 Desember 125. Prefek Corivus yang menyaksikan kemartirannya sendiri juga menjadi percaya kepada Kristus dan dibunuh.


Troparion Irama IV


‘Sebab engkau berbagian dalam Jalan Para Rasul dan telah menduduki tahta mereka, engkau telah mendapati pekerjaanmu sebagai jalan kepada penglihatan Ilahi, ya Yang Terilham-Ilahi. Karenanya, dengan mengatur Firman Kebenaran, engkau telah menanggung derita demi iman bahkan hingga mencurahkan darahmu. Ya Hierark Martir Eleutherios, mohonkanlah Kristus Allah agar jiwa kami diselamatkan’


Kontakion Irama II


‘Kami semua memujimu sebagai hiasan para Imam dan kumandang para
Penanggung-Derita, ya Hierark-Martir Eleutherios yang terhormat, dan kami memohonkanmu, dari berbagai malapetaka bebaskanlah mereka yang merayakan peringatanmu dengan kasih, dan berdoalah tanpa-henti bagi kami semua’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *