JanuariSynaxarion

Martir Kudus Juliana dari Nikomedia dan Enam Ratus Tiga-Puluh Orang Bersamanya [304]

Diperingati Gereja Orthodox pada 3 Januari (kalender sipil) / 21 Desember (kalender Gereja Purba)

Juliana, anak perempuan seorang pagan mulia bernama Afrikanus, lahir di Nikomedia. Ia telah dipertunangkan kepada seseorang bernama Eleusius. Ia dikarunia kepintaran yang mendalam dan jiwa yang baik, dan mengerti akan kebohongan dan tipu daya paganisme. Ia secara rahasia menerima Baptisan Kudus. Ketika saat pernikahan mendekat, Juliana menolak untuk menikah. Ayahnya memaksanya dan memukulinya dengan ganas.

Afrikanus menyerahkannya kepada wali kota, yaitu Eleusius. Dengan penuh amarah, Eleusius memintanya menikahinya, dan berjanji tidak akan mengharuskannya berganti iman. Namun Juliana menolak dan memilih disiksa. Mereka memukulinya di hadapan sejumlah besar orang namun setiap kali dipukul ia disembuhkan oleh Allah. Menyaksikan hal ini, lima-ratus lelaki dan seratus tiga-puluh perempuan mengakui Kristus dan dipenggal dalam Baptisan dalam darah mereka sendiri. Akhirnya Eleusius menjatuhkan hukuman mati atas Juliana. Ia menerima putusan itu dengan sukacita dan memuliakan Tuhan. Juliana menerima Mahkota Kemartiran pada tahun 304.


Troparion Irama IV


‘Anak DombaMu Juliana berseru kepadaMu dengan suara nyaring, ya Yesus, Aku mengasihiMu, ya Mempelaiku, dan mencarimu dengan melalui banyak perjuangan. Aku disalib dan dikubur bersamaMu dalam BaptisanMu, dan menanggung derita demiMu, agar aku boleh memerintah bersamaMu, aku mati bagiMu supaya aku boleh hidup bersamaMu. Sebagai korban tanpa-cela terimalah aku, yang mengorbankan diriku dengan kasih. Oleh permohonannya selamatkanlah jiwa kami, sebab Engkau Penuh Rahmat’


Kontakion Irama III


‘Dijadikan sepenuhnya Suci oleh keelokan kesucian, dan setelah sekarang dimahkotai dengan Mahkota Kemartiran, ya sang Dara Juliana, engkau mengaruniakan Kesembuhan dan Keselamatan kepada mereka yang membutuhkan dan dalam kesulitan yang mendekati Tempat Doamu, sebab Kristus mencurahkan Rahmat Ilahi dan Hidup Kekal’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *