JanuariSynaxarion

Kedua Martir Kudus Episkop Theopemptus dari Nikomedia dan Theon [303]

Diperingati Gereja Orthodox pada 18 Januari (kalender sipil) / 5 Januari (Kalender Gereja Purba)

Kedua Martir Kudus Theopemptus dan Theon menanggung derita di Nikomedia pada tahun 303. Karena menolak menyembah Apollo, Episkop Theopemptus dilemparkan ke dalam perapian menyala, namun Kuasa Allah menjagainya tanpa tersakiti. Kaisar datang pada malam hari dengan sepasukan prajurit ke perapian itu dan menyaksikan Theopemptus hidup dan berdoa kepada Allah. Menganggap Mukjizat ini sebagai sihir, Diokletian memerintahkan agar Theopemptus dibuat kelaparan selama dua-puluh dua hari, namun sekali lagi Allah menjagainya.

Kaisar lalu memanggil penyihir terkenal, Theon, untuk melawan Kuasa dalam Episkop Theopemptus. Theon mempersiapkan racun dalam sepotong kue kecil, namun racun itu tidak membahayakan Theopemptus. Lagi ia mencoba dengan racun yang lebih kuat, namun melihat Theopemptus tetap tidak tersakiti, ia sendiri menjadi percaya kepada Kristus. Mereka melemparkannya ke penjara bersama Episkop Theopemptus, yang mengajari dan membaptisnya dengan memberinya nama Synesius.

Keesokan paginya Diokletian memanggil Theopemptus dan sekali lagi menuntutnya menyangkal Kristus. Namun melihat tekadnya yang tak-tergoyahkan, ia menyerahkannya kepada berbagai siksaan menyakitkan dan akhirnya memenggalnya. Theon juga menolak mempersembahkan korban kepada berhala-berhala dan lalu dikuburkan hidup-hidup di dalam lubang dalam. Ini terjadi di Nikomedia pada tahun 303.

Troparion Irama IV

‘Para MartirMu, ya Tuhan, dalam pertandingan mereka yang berani demiMu telah menerima sebagai Hadiah Mahkota Tanpa-Binasa dan Hidup dariMu, Allah kami Yang Baka. Sebab mereka memiliki Kuat-KuasaMu, mereka telah menggulingkan para penindas dan sepenuhnya menghancurkan keangkuhan sia-sia roh-roh jahat. Ya Kristus Allah, oleh doa mereka, selamatkanlah jiwa kami, sebab Engkau Penuh-Rahmat’

Kontakion Irama II

‘Sebagai seorang Imam Benar akan Rahasia-Rahasia Tak-Terungkap dan Pelayanan Rahmat Ilahi, dalam Pertandingan Kemartiran engkau telah memuridkan Theonas yang Mulia kedalam Iman yang Diilhami-Allah, ya Theopemptos. Dan bersama dengannya, engkau berseru di gelanggang, Kristus adalah Kekuatan Para Martir!’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *