Dogmatika

KAMIS DARI MINGGU PEMUNGUT CUKAI DAN ORANG FARISI

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

I Yohanes 1:8-2:6; Markus 13:31-14:2

Apa yang Rasul Petrus arahkan untuk kita mengharap atas apa yang akan datang di masa depan dalam bacaan kita kemarin, sekarang bacaan Injil kita secara terbuka memberikan perintah:”Hati-hatilah dan berjaga-jagalah!” dan berdoalah “Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba….. Karena itu berjaga-jagalah,,….. supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur” (Markus 13:33.35-36). Adalah perlu sekali untuk menunggu dan pada setiap saat untuk diingat dalam pikiran kita bahwa Sang Kristus akan segera menampakkan diri dan bercahaya gilang-gemilang seperti kilat yang memancar dari ujung alam-semesta yang satu ke ujung alam-semesta yang lain (Matius 24:27).Ada orang yang berpendapat bahwa adalah mungkin saja untuk menggantikan sikap menunggu kedatangan Tuhan ini, dengan menunggu saat kematian kita. Ini baik saja, atau paling tidak ini harus dilakukan. Tetapi menunggu kedatangan Sang Kristus adalah satu hal, dan menunggu saat kematian kita adalah satu hal yang lain. Dua hal itu menuntun kepada dua pemikiran dan dua perasaan yang berbeda, yang dilahirkan oleh pengaruh dari dua pemikiran yang berbeda ini. Tunggulah Hari Tuhan, ketik semuanya akan berakhir dengan suatu keputusan yang tak dapat berubah lagi. Sesudah kematian kita, waktu akan terus berlanjut dalam suatu keberadaan yang belum diputuskan, tetapi Hari Tuhan itu akan menetapkan segala sesuatu bagi suatu kekekalan tanpa akhir., dan keberadaan yang demikian ini akan dimeteraikan, sehingga engkau tak akan dapat mengharapkan untuk ada perubahan apapun. “Aku telah menunggu-nunggu”, katamu. Jadi tunggulah lebih lama lagi, dan terus saja menunggu. ” Tetapi ini”, katamu, “ akan meracuni semua sukacitaku”. Bukan begitu, itu tidak akan meracuni sukacitamu; itu hanya akan mengusir keluar dari hidupmu setiap hari, apa yang secara tidak benar dan keliru disebut kegembiraan-kegembiraan itu. Engkau akan masih tetap bersukacita, hanya sukacitamu itu sekarang di dalam Tuhan. Jadi sangat mungkin untuk menunggu Tuhan dengan sukaciya ini, dan jikalau Tuhan menemukanmu dalam sukacita ini, Dia tidak akan menghakimimu, tetapi Dia akan memujimu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *