Dogmatika

JUMAT SESUDAH THEOPHANIA

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

II Petrus 1:1-10; Markus 13:1-8

Setelah merinci kebajikan-kebajikan yang harus kita kejar (II Petrus 1:5-7), Rasul Petrus mengatakan sebagai cara untuk memberikan dorongan :” Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” ( II Petrus 1:8) – “For if these things be in you, and abound, they make you that ye shall neither be barren nor unfruitful in the knowledge of our Lord Jesus Christ.(II Pet.1:8,KJV), artinya:” Karena jika hal-hal ini ada dalam kamu, dan melimpah-limpah, mereka itu akan membuat kamu tak akan menjadi tandus atapun tak berbuah dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus”. Kebajikan-kebajian yang dia rujuk disini adalah yang disebutkan dalam I Petrus 2:21-3:9. Sekarang kita hanya akan menambah bahwa kita dituntut untuk menyatakan kebajikan-kebajikan ini bukan hanya sekali saja, tetapi malahan kita harus menjadikan kebajikan-kebajikan itu untuk selalu tinggal di dalam kita, untuk menjadi bagian dari esensi diri kita, untuk berakar didalam diri kita. Dengan demikian, kebajikan-kebajikan tadi tidak tinggal hanya pada satu tingkat tertentu saja, tetapi harus terus-menerus berlipat-ganda dan bertumbuh dalam kekuatan dan ke-berbuah-an secara melimpah. Hanya jika sudah demikian saja, katanya, kita tak akan menjadi tandus dan tak berkeadaan tidak berbuah “dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus”. Dia yang percaya kepadaNya dan mengakuiNya masuk kedalam pengenalan akan Tuhan. “Engkau percaya?” kata Rasul Petrus,” Maka perhatikanah, agar imanmu itu tidak tandus dan jangan sampai tak berbuah.” Jadi apa yang harus aku lakukan, sehingga imanku tidak akan menjadi seperti itu? Melimpahlah dalam segala kebajikan. Dimanakah mereka yang mengatakan berulang-ulang bahwa percaya saja sudah cukup: dan bahwa tak ada yang lebih lagi yang dibutuhkan? Barangsiapa yang berpikir secara ini, dia itu buta (II Petus 1:9).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *