Dogmatika

JUMAT DARI MINGGU GREGORIUS PALAMAS

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

Yesaya 13;2-13, Kejadian 8:4-21; Amsal 10:31-11:12

“Orang fasik jatuh karena kefasikannya” (Amsal 11:5). Kefasikan adalah suatu hubungan yang tidak benar dengan Allah, atau lupa akan Allah sama sekali, yang kepada hal itu juga termasuk ketidak-percayaan akan adanya Allah dan akan penyelenggaraan/pemeliharaanNya atas ciptaanNya. Sebagian dari jiwa manusia, karena ditindas oleh pemikiran-pemikiran jahat seperti ini, tetapi tetap saja berkeinginan, untuk menjadi pribadi yang dihormati, mengambil keputusan. “ Aku akan hidup yang saleh, jujur, dan berperi-kemanusiaan, bukan mnyibukkan diriku dengan pemikiran apakah ada Pribadi yang lebih tinggi daripadaku yang memperhatikan aku, yang memiliki pengaharpan daripadaku, dan yang dapat menunutut pertanggunagan jawab daripadaku.” Dan apakah akibatnya? Berkat dari Allah – yang mereka tidak mencarinya – tidak akan tinggal dalam mereka, dan usaha-usahanya tidak mengalami kemakmuran. Hati nurani mereka setiap hari mengingatkan mereka akan perbuatan mereka baik kefasikan, ketak-jujuran, maupun ketak-berperi-kemanusiaan mereka. Mereka hanya akan berhasil untuk memamerkan tindak-kebenaran di depan orang lain agar dapat membenarkan diri mereka sendiri, dengan tajam membela diri dari dakwaan-dakwaan, dan secara keliru mentafsirkan fakta-fakta sebagaimana yang diperlukan. Dia yang hati-nuraninya secara batiniah tanpa-cacat, tidak memerlukan pembenaran-pembenaran diri. Mereka yang tak memperhatikan diri mereka sendiri mengijinkan gejolak batiniah ini untuk lepas kendali muncul keluar. Mereka yang memperhatikan diri mereka, mengendalikannya dengan penuh kesulitan. Oh, kapankah orang semacam itu dengan penuh kesadaran melihat pada gejolak itu, dan mulai membeda-pilahkan dari mana itu berasal, dan dari mana munculnya hal itu, dan bagaimana caranya untuk meluruskan? Maka dia akan dapat meluruskan dirinya sendiri dan membimbing orang lain menuju keselarasan batin yang seharusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *