JanuariSynaxarion

Js. Ahmed, Martir baru, Sang Kaligrafis dari Konstantinopel (1682)

Diperingati Gereja Orthodox pada 6 Januari (Kalender Sipil) / 24 Desember (Kalender Gereja Purba)

Ahmed adalah salah seorang pejabat pada masa kekaisaran Ottoman, secara profesi ia menyalin kitab-kitab. Ia menjadi Kristen lalu menjadi martir 3 Mei 1682.

Ahmed memiliki budak berkebangsaan rusia (perempuan tua dan muda) yang diijinkan beribadah di salah satu Gereja Yunani Orthodox yang ada di Konstantinopel. Pada hari-hari raya biasanya mereka ke gereja dan membawa pulang antidoron (roti yang telah diberkati) dan air suci. Setiap saat Ahmed dekat padanya, ia mencium bau harum dari mulutnya sehingga ia menanyakan apa yang baru ia makan. Budaknya itu tentu saja selalu mengatakan ia tidak makan apapun, sampai akhirnya mengaku ia memakan roti yang telah diberkati oleh para romo (antidoron), yang dibawa perempuan lebih tua tersebut setiap kembali dari gereja. Setelah menyadari hal ini, Ahmed ingin ke gereja orthodox dan untuk melihat bagaimana umatnya menerima roti yang terberkati itu. Sampai Ahmed mendapatkan ijin dari Patriakh Ekumenis waktu itu untuk hadir di perayaan Liturgi Suci di Konstantinopel. Karena statusnya pada masa itu, permintaannya tidak ditolak, namun diberi tempat tersendiri.

Pada saat Liturgi Suci berlangsung, ia melihat ketika Patriakh memberkati para umatnya dengan ‘trikiri’ dan ‘dikiri’, jari-jari tangannya menyinarkan cahaya dan sampai ke setiap kepala orang-orang Kristen, kecuali dirinya (Ahmed). Ia juga melihat Patriakh terangkat, ketika keluar dari altar melewati gerbang kudus untuk memberkati umat. Dan kejadian ini tidak hanya sekali ia saksikan. Sehingga Ahmed kemudian meminta agar dapat menerima Baptisan Suci. Setelah itu Ahmed menjadi Kristen secara diam-diam (ref. Yohanes 3) dan menyembunyikan nama baptisnya.

Suatu hari Ahmed bersama para pejabat lainnya sedang di acara makan bersama menurut kebiasaan masa itu. Dalam percakapan mereka membicarakan hal-hal terbesar apa di dunia, masing-masing memberi pendapatnya. Ada yang berpendapat hal terbaik di dunia bagi manusia memiliki kebajikan, yang lain mengatakan hal terbaik dari dunia adalah makanan lezat. Pada saat giliran Ahmed ia mengatakan Iman Kristen lah yang lebih baik, selanjutnya mereka berargumen. Seorang pejabat akhirnya bertanya “apakah kamu seorang Kristen?”, secara jelas Ahmed mengaku “Ya Aku seorang Kristen”. Mengetahui hal ini mereka terkejut dan marah. Mereka menjatuhkan Ahmed dan membawanya ke pengadilan, sampai ia dijatuhi hukuman mati. Ia dihukum penggal, dan menerima mahkota martir pada 3 Mei 1682. Menurut catatan St. Nicodemus sang Hagiorit, peringatannya diadakan pada 24 Desember (kalender Gereja).

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *