IMAM MARTIR CYPRIAN, MARTIR KUDUS JUSTINA DAN MARTIR TEOKTIS

Diperingati pada 2 Oktober (Julian)/ 15 Oktober (Gregorian)

      Imam Martir Cyprianus, Martir Suci Justina dan Martir Theoktist meninggal di Nikomedia (sebuah kota kuno Yunani dan Byzantine yang sekarang berada di wilayah Turki) pada tahun 304M.

 Cyprianus awalnya adalah seorang pagan, penduduk asli Antiokhia. Saat masih di masa kanak-kanak dia diserahkan oleh orang tuanya untuk melayani dewa-dewa pagan. Dari usia tujuh tahun hingga tiga puluh, Cyprianus belajar di pusat-pusat paganisme yang paling menonjol – di Gunung Olympus, di kota Argos dan Tauropolis, di kota Memphis di Mesir dan di Babel. Setelah mencapai kebijaksanaan tertinggi dalam filsafat pagan dan keahlian sihir, di Olympus ia ditahbiskan menjadi imam pagan. Setelah menemukan kekuatan besar dengan memanggil roh-roh jahat, dia melihat iblis/pangeran kegelapan itu sendiri, dan berbicara dengannya dan menerima darinya banyak roh jahat.

      Setelah kembali ke Antiokhia, Cyprianus dipuja oleh orang-orang kafir sebagai seorang imam pagan yang terkemuka, orang- yang luar biasa dengan kemampuannya untuk melakukan mantra, untuk menyembuhkan penyakit sampar dan tulah, dan untuk memanggil orang mati. Pendeta pagan yang perkasa ini membawa banyak jiwa manusia ke kehancuran, mengajari mereka mantra-mantra dan pelayanan kepada setan.

      Tetapi di kota ini hiduplah seorang Kristen – yang bernama Justina, si perawan. Setelah mempertobatkan ayah dan ibunya dari bidat pagan dan membawa mereka kepada iman yang benar di dalam Kristus, dia mendedikasikan dirinya kepada Yesus Sang Mempelai Pria Surgawi dan menghabiskan waktunya dalam puasa dan doa, dan menjaga keperawanannya. Ketika seorang pemuda Bernama Aglaides melamarnya, orang suci itu menjawab dengan penolakan. Agalides menoleh ke Cyprian dan meminta bantuannya untuk mantra sihir demi memikat Justina ke dalam pernikahan. Namun ternyata, apapun yang Cyprian coba lakukan, dia tidak dapat mencapai apa pun, karena wanita suci itu dengan doa dan puasanya menghancurkan semua tipu muslihat iblis. Dengan mantra sihirnya, Cyrian melepaskan iblis ke atas si perawan suci, mencoba untuk membangkitkan nafsu daging dalam dirinya, tetapi dia menghancurkannya dengan kekuatan Tanda Salib dan dengan doa yang khusyuk kepada Tuhan. Bahkan salah satu pangeran iblis dan Cyprianus sendiri, dengan kekuatan sihir yang telah menyamar dengan berbagai rupa samaran, tidak mampu menggoyahkan Js. Justina, yang menjaga diri oleh imannya yang teguh di dalam Kristus.

Semua mantra gagal, dan iblis-iblis melarikan diri hanya dengan melihat atau bahkan menyebut nama Justina, si orang suci itu. Cyprian dengan marah menurunkan penyakit sampar dan wabah ke atas keluarga Justina dan ke seluruh kota, tetapi hal ini dikalahkan melalui doa. Maka, Cyprianus pun merasa jiwanya terguncang, dan seolah berdiri di jurang kehampaan. “Jika kamu takut bahkan hanya pada bayangan Salib dan Nama Kristus benar-benar membuatmu gemetar, – kata Cyprian kepada Setan, – lalu apa yang akan kamu lakukan, ketika Kristus sendiri datang di hadapanmu?” Iblis kemudian menyerangnya, dan mulai memukuli dan mencekiknya. Js Cyrian kemudian untuk pertama kali menguji sendiri kekuatan Tanda Salib dan Nama Kristus, demi menjaga dirinya dari amukan musuh. Setelah itu, dengan pertobatan yang mendalam dia pergi ke Uskup Anthymos setempat dan melemparkan semua bukunya ke dalam api. Dan keesokan harinya, ia pergi ke gereja, dan dia tidak ingin keluar darinya, meskipun dia belum menerima Baptisan Kudus.

      Dengan usahanya untuk mengikuti cara hidup yang benar, Js. Cyprianus melihat kekuatan besar dari iman yang kuat di dalam Kristus, dan menebus lebih dari tiga puluh tahun pelayanannya kepada Setan: tujuh hari setelah Pembaptisan ia ditahbiskan sebagai pembaca, pada hari kedua belas ia menjadi subdiakon, pada tanggal tiga puluh – diakon, dan setelah satu tahun dia ditahbiskan menjadi imam. Dan dalam waktu singkat Js Cyprianus diangkat menjadi uskup.

Imam Martir Cyprian mempertobatkan begitu banyak orang kafir menjadi pengikut Kristus, sehingga di keuskupannya tidak ada yang tersisa untuk mempersembahkan korban kepada berhala, dan kuil-kuil kafir mereka tidak digunakan lagi.

Js Justina mengundurkan diri ke sebuah biara dan di sana ia terpilih menajdi hegumeness (Rahib Agung wanita). Selama masa penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di bawah kaisar Diocletianus, Uskup Cyprianus dan Hegumeness Justina ditangkap dan dibawa ke Nikomedia, di mana setelah disiksa dengan kejam, mereka dipenggal dengan pedang. Theoktist, sang Prajurit, melihat penderitaan orang-orang kudus yang tidak bersalah, menyatakan dirinya sebagai seorang Kristen dan akibatnya, ia dieksekusi bersama dengan mereka.

Melalui kisah pertobatan yang Ajaib dari sang Imam Suci Martir Cyprianus, mantan pelayan pangeran kegelapan dan kemudian dengan iman kepada Kristus, menghancurkan cengkeraman iblis, maka orang-orang Kristen sering menggunakan syafaat doa dari sang Jana suci Cyprianus dalam perjuangan mereka dengan roh-roh jahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.