JanuariSynaxarion

Hierark-Martir Kudus Ignatius Pembawa-Allah dari Antiokhia [107]

Diperingati Gereja Orthodox pada 2 Januari (kalender sipil) / 20 Desember (kalender Gereja Purba)

Hierark-Martir Kudus Ignatius Pembawa-Allah, yang lahir di Siria, adalah seorang murid Rasul Yohanes Teolog, seperti juga Polykarpus Uskup Smyrna. Ignatius adalah Uskup Antiokhia yang kedua setelah Evodius. Ketika Ignatius masih seorang kanak, Sang Juruselamat menaruhnya di tengah-tengah para Rasul dan memberkatinya, dan berfirman bahwa kecuali seseorang menjadi seperti anak-anak kecil, ia tidak akan memasuki Kerajaan Sorga.

Kemudian sebagai Uskup, Ignatius menetapkan Kidungan Antifon dalam Ibadah oleh penglihatan Malaikat-Malaikat Kudus memuliakan Allah dalam dua kelompok, secara berbalas-balasan satu sama lain.


Pada tahun 106 Kaisar Trajan, setelah kemenangan atas orang-orang Skith, memerintahkan agar di mana-mana korban dipersembahkan kepada ilah-ilah pagan dan menghukum mati setiap orang Kristen yang menolak menyembah berhala. Pada tahun 107, dalam pergerakan terhadap orang-orang Armenia dan Parthia, Kaisar melewati Antiokhia. Di sini orang-orang pagan mengadukan Uskup Ignatius kepadanya. Ignatius sendiri datang secara sukarela di hadapan Kaisar untuk mengalihkan aniaya terhadap
orang-orang Kristen di Antiokhia.


Ignatius menolak tuntutan Trajan untuk meninggalkan Kristus dan menyembah berhala. Ia lalu dibawa pergi untuk diterkam binatang-binatang liar di Roma. Ignatius dengan penuh sukacita menerima hukuman mati atasnya, dan hal ini disaksikan oleh saksi-saksi-mata yang menemaninya dari Antiokhia ke Roma.


Dalam perjalanan ke Roma, saat berhenti di Smyrna, Ignatius bertemu dengan sahabatnya Polykarpus. Para Klerus dan umat dari kota-kota lain juga mendatanginya. Uskup Ignatius menasihati semua orang agar tidak takut akan maut dan agar jangan berduka atasnya. Dalam Suratnya kepada Orang-Orang Kristen di Roma, ia meminta mereka agar berdoa baginya, dan memohonkan Allah untuk menguatkannya bagi kemartiran.

Di sepanjang perjalanan ke Roma ia juga mengunjungi Gereja-Gereja, mengajar, dan menulis enam Surat kepada Orang-Orang Kristen di berbagai kota. Orang-orang Kristen di Roma menyambut Ignatius dengan sukacita besar dan duka yang mendalam, dan beberapa dari mereka berharap sanggup meringankan hukumannya, namun ia memohon mereka agar jangan melakukan hal itu.

Pada hari raya pagan, ia dibawa ke arena, dengan tanpa berhenti mengulangi Nama Yesus Kristus. Ketika ditanya mengapa ia melakukan hal ini, Ignatius menjawab bahwa ia membawa Nama ini dalam hatinya. Ia diterkam dan dikoyak-koyak oleh singa-singa, namun hatinya tidak tersentuh. Setelah membelah hatinya, orang-orang pagan melihat Nama Yesus Kristus dalam huruf emas di dalamnya. Pada malam setelah dibunuh Ignatius tampak kepada banyak orang-orang Kristen dalam tidur mereka untuk menguatkan mereka, dan beberapa dari mereka melihatnya saat berdoa.


Mendengar keberanian Ignatius, Trajan mengaguminya dan menghentikan aniaya terhadap orang-orang Kristen. Reliknya dipindahkan ke Antiokhia dan lagi kemudian dikembalikan dengan kemuliaan dan ditaruh di Gereja yang dinamai dengan nama Hierark-Martir Kudus Clement dari Roma.


Troparion Irama IV


‘Sebab engkau berbagian dalam Jalan Para Rasul dan telah menduduki tahta mereka, engkau telah mendapati pekerjaanmu sebagai jalan kepada Penglihatan Ilahi, ya Yang Terilham-Ilahi. Karenanya, dengan mengatur Firman Kebenaran, engkau telah menanggung derita demi Iman bahkan hingga mencurahkan darahmu. Ya Hierark-Martir Ignatius, mohonkanlah Kristus Allah agar jiwa kami diselamatkan’


Kontakion Irama III


‘Hari Ilahi dan Bersinar perjuanganmu yang Mulia telah mengumandangkan sebelumnya kepada semua orang akan Dia Yang telah Lahir dalam Gua, sebab haus untuk bersuka dalam KasihNya, engkau bergegas untuk diterkam binatang-binatang liar. Karenanya, engkau telah dipanggil sebagai Pembawa-Allah, ya Ignatius yang Amat Berhikmat’

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *