DesemberSynaxarion

Hierark Kudus Ambrosius Dari Mediolanum [397]

Diperingati oleh Gereja Orthodox pada tanggal 20 Desember (kalender sipil) / 07 Desember (kalender Gereja)

Ambrosius, Uskup Mediolanum, lahir pada tahun 340. Ia anak lelaki Gubernur Romawi di Galia. Setelah ayahnya meninggal, ia bersama saudaranya Satyrus pergi ke Roma dan menerima pendidikan hukum yang bagus. Ia lalu ditunjuk menjadi Prefek distrik Liguria dan Aemilia, sekalipun terus bertempat-tinggal di Mediolanum.


Pada tahun 374, Uskup Mediolanum, yaitu Auxentios, wafat. Kaum Arius berupaya menempatkan salah seorang dari mereka menjadi Uskup. Prefek Ambrosius pergi ke Gereja untuk menengahi perkara itu. Saat ia berpaling setelah berbicara dengan orang-orang, tiba-tiba ada seorang anak berseru, ‘Ambrosius, Uskup!’ dan seruan ini diteruskan oleh umat Ambrosius, yang masih seorang Katekumen, menganggap dirinya tidak layak dan mulai menolak. Ia berusaha menuduh dirinya dengan tuduhan-tuduhan palsu dan melarikan diri dari Mediolanum. Hal ini akhirnya sampai kepada Kaisar Valentinian Tua yang disegani oleh Ambrosius.

Ambrosius menerima Baptisan Kudus dari seorang Imam Orthodox dan dalam tujuh hari ia ditahbiskan menjadi Pembaca, Diakon, dan Imam. Pada tanggal 7 Desember 374 ia ditahbiskan menjadi Uskup Mediolanum. Ia segera membagi-bagikan seluruh harta milik, uang, dan tanahnya untuk menghiasi Gereja-Gereja, memberi makan yatim piatu dan kaum miskin, dan mengkhususkan dirinya kepada hidup pertapaan yang ketat.


Uskup Ambrosius bergiat memerangi penyebaran bidat Arius. Pada tahun 379 ia berperjalanan untuk turut mengambil bagian mentahbiskan Uskup Orthodox Sirmium, dan pada tahun 385 ia menolak menyerahkan Basilika Mediolanum kepada kaum Arius.

Khotbah-khotbahnya sangat berpengaruh. Agustinus dari Hippo termasuk salah seorang yang menerima Baptisan Kudus darinya. Oleh nasihat dan pengaruh Uskup Ambrosius, Kaisar Gracian menyingkirkan Altar Kemenangan, yang menjadi tempat mengambil sumpah, dari ruangan Senat Roma. Uskup Ambrosius menjatuhkan hukuman rohani yang keras atas Kaisar Theodosius karena telah memerintahkan pembantaian penduduk kota Soluneia yang tidak bersalah. Setelah menjalani hukuman, Ambrosius tidak mengizinkan Kaisar bersekutu di Mezbah, namun mengharuskannya berdiri bersama segenap umat.


Kemahsyuran dan tindakan-tindakan Ambrosius menarik banyak pengikut dari negeri-negeri lain. Dari Persia datang kepadanya murid-murid kebijaksanaan, yang berhasrat memahami kebenaran. Fritigelda, Ratu suku militer Markomanni Jerman, yang telah sering menyerang Mediolanum, meminta Ambrosius mengajarinya Iman Kristen. Oleh pengajaran Uskup Ambrosius, Ratu menerima Baptisan Kudus, mempertobatkan suaminya kepada Kekristenan dan membujuknya mengadakan perjanjian damai dengan Kekaisaran Romawi.


Uskup Ambrosius wafat kepada Allah, dengan disertai berbagai mukjizat, pada malam Paskah Agung dan Kudus. Ia menampakkan diri dalam penglihatan kepada anak-anak yang dibaptis pada malam itu. Ambrosius dikuburkan di Basilika Mediolanum, di bawah Mezbah, di antara kedua Martir Kudus Protasius dan Gervasius.


Troparion Irama IV


‘Kebenaran menyatakanmu kepada umat gembalaanmu sebagai aturan iman, teladan kelemahlembutan dan pengajar penguasaan diri, karenanya engkau telah mencapai peninggian melalui kerendahan hati dan kekayaan melalui kemiskinan. Ya Hierark Ambrosius Bapa kami, mohonkanlah Kristus Allah agar jiwa kami diselamatkan’


Kontakion Irama III


‘Bersinar dengan pengajaran-pengajaran Ilahi, engkau telah menggelapkan tipu daya Arius, ya Ambrosius, Gembala dan Pengajar Rahasia-Rahasia. Dan
mengerjakan mukjizat-mukjizat melalui kuasa Sang Roh, engkau telah nyata menyembuhkan berbagai hawa nafsu, ya Bapa yang Terhormat. Mohonkanlah Kristus Allah, agar jiwa kami diselamatkan’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *