JanuariSynaxarion

Gregory dari Omiritia [552]

Diperingati Gereja Orthodox pada 1 Januari (kalender sipil) / 19 Desember (kalender Gereja Purba)

Gregory, anak lelaki Agapius dan Theodotia, dipenuhi rahmat Ilahi. Ketika ia menjadi Diakon di Mediolanum, seorang Penatua bernubuat bahwa ia akan melayani sebagai seorang Uskup, dan hal ini juga diteguhkan oleh seorang Penatua lain yang bertapa di pegunungan. Oleh tuntunannya Gregory pergi ke Roma dan berdoa di makam Bonifasius dan Aglaida, di mana ia menerima penglihatan dari kedua orang kudus ini dan dari Rasul Paulus.


Pada masa ini pasukan Elezboi, Raja Ethiopia, menaklukkan Dunaan dan
membebaskan kota Negran di Omiritia. Sebab semua Uskup dan Klerus telah dibunuh, Elezboi mengutus utusan-utusan kepada Patriark Aleksandria agar mengutus seorang Uskup ke Negran. Rasul Kudus Markus tampak dalam penglihatan kepada Patriark dan menyuruhnya mencari seorang Diakon yang bernama Gregory, menahbiskannya menjadi Imam dan Uskup, dan mengutusnya kepada Elezboi.


Di Omiritia, Uskup Gregory mengatur Gereja dan berkhotbah kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang pagan. Ia mengurapi Raja baru, Abraham, menaiki tahta, yang memerintahkan agar semua rakyatnya dibaptis. Namun ada beberapa orang bangsawan Yahudi yang meminta kepada Raja agar mengadakan perbantahan iman antara mereka dan orang-orang Kristen dan bersumpah akan dibaptis jika dikalahkan.


Dalam perbantahan ini, Gregory menaklukkan segala perbantahan rabi-rabi Ibrani dengan Perjanjian Lama. Dalam penglihatan, kepala rabi yaitu Ervan melihat Nabi Kudus Musa menyembah Tuhan kita Yesus Kristus. Dalam keputusasaan Ervan berkata, ‘Jika engkau menghendaki agar dalam hatiku menjadi percaya kepada Kristusmu, dan agar aku mengakui bahwa Allahmu adalah Sang Allah Benar, tunjukkanlah Dia kepadaku, ya Uskup!’

Gregory menjawab, ‘Permintaanmu ini adalah suatu hal yang besar. Sekarang bukanlah dengan manusia engkau berbantah, namun dengan Allah. Namun untuk meneguhkan ImanNya dalam rakyat, Tuhan akan mengerjakan suatu Tanda.’ Dalam gentar dan keberanian, orang-orang Kristen menantikan untuk melihat apa yang akan terjadi. Dengan Iman teguh Gregory berdoa nyaring dan menceritakan rahasia pendagingan Sang Firman Allah, segala mukjizat-mukjizatNya, kebangkitan dan
kenaikanNya ke Sorga, dan dengan memanggil Kuasa Salib Mencipta-Hidup, memohon Kristus agar menunjukkan DiriNya.


Ketika doa itu selesai, terjadi gempa bumi dan langit terbuka di Timur. Tuhan tampak dalam Awan Bersinar di tengah-tengah Sinar-Sinar Terang yang menyala-nyala dan turun ke bumi dan berfirman, ‘Oleh doa sang Uskup Gregory jadilah kalian sembuh dari penyalibanKu oleh bapa-bapa leluhurmu’

Orang-orang Yahudi itu menjadi buta oleh penglihatan ini dan memohon Gregory agar menyembuhkan mereka. Gregory membaptis mereka dan mereka menjadi sembuh oleh Baptisan Kudus ini. Rabi Ervan menerima nama Leo. Setelah Mukjizat yang Amat Luar-Biasa ini, Uskup Gregory menuntun umat di Omiritia selama tiga-puluh tahun. Ia wafat pada tahun 552 dan dikuburkan di pemakaman bawah tanah di Gereja Agung itu.

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *