OktoberSynaxarion

Euphrosynia sang Rahibah

Diperingati pada 25 September (Julian)/ 08 Oktober (Gregorian)

      Rahibah Euphrosynia lahir pada awal abad V di kota Alexandria. Dia adalah satu-satunya anak di keluarganya dari orang tua yang terkenal dan kaya. Ibunya sudah meninggal. Dia dibesarkan oleh ayahnya, Paphnutios, seorang Kristen yang sangat percaya dan saleh. Dia sering mengunjungi sebuah biara, yang hegumen (Rahib Agung/Rahib ketua)nya adalah pembimbing spiritualnya.

Ketika Euphrosynia berusia 18 tahun, ayahnya ingin dia menikah. Dia berangkat ke biara untuk menemui pembimbing spiritualnya untuk menerima berkah atas rencana pernikahan putrinya. Hegumen berbicara dengan putrinya dan memberinya restu, tetapi Js. Euphrosynia lebih mendambakan kehidupan monastik.

Diam-diam setelah menerima pencukuran rambut (tradisi masuk rahib pada zaman dahulu) dari seorang rahib pengembara, dia meninggalkan rumah ayahnya dan memutuskan untuk masuk biara untuk menjalani hidupnya dalam kesendirian dan doa. Namun, dia takut bahwa di biara wanita ayahnya akan menemukannya. Maka ia menyebut dirinya kasim Izmaragdos, dia pergi ke biara pria yang sama, yang sejak kecil dia kunjungi bersama ayahnya. Para biarawan tidak mengenali Euphrosynia yang mengenakan pakaian pria, jadi mereka menerimanya di biara. Di sini, di sel tersendiri, dalam pekerjaan, puasa dan doa, Js. Euphrosynia menghabiskan 38 tahun dan mencapai pencapaian spiritual yang tinggi. Ayahnya berduka atas kehilangan putri kesayangannya dan lebih dari sekali, atas saran hegumen, dia berbicara dengan rahib Izmaragdos, mengungkapkan kesedihannya dan menerima penghiburan spiritual.

Sebelum kematiannya, rahibah Euphrosynia mengungkapkan rahasianya kepada ayahnya yang berduka dan meminta, bahwa tidak seorang pun kecuali dia yang harus mempersiapkan tubuhnya untuk dimakamkan. Setelah menguburkan putrinya, Paphnutios membagikan semua kekayaannya kepada orang miskin dan biara, dan kemudian dia menerima monastisisme. Selama sepuluh tahun sampai kematiannya sendiri, dia bertapa di sel putrinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *