Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 8 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara serta Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, didalam mengasuh secara Kristen kebanyakan orang melakukannya secara tidak lengkap. Mereka mengabaikan bagian dari yang paling hakiki dan paling sulit dalam kehidupan Kristen itu, dan hanya berkutat pada apa yang paling mudah, yang kelihatan dan yang lahiriah. Cara mengasuh yang salah arah dan tidak sempurna ini menghasilkan orang-orang yang menjalankan dalam hidupnya semua aturan bagi perilaku hidup yang saleh secara formal dan yang dapat dilihat mata secara amat tepat sekali, tetapi mengabaikan serta tak memberi perhatian pada gerakan batiniah daripada hatinya dan bagi perbaikan yang sebenarnya dari kehidupan spiritual dari batinnya itu. Mereka menjauhi dosa-dosa yang dapat mendatangkan kematian ( I Yohanes 5:16-17), tetapi mereka tidak memperhatikan atau memperhatikan hanya sekedarnya saja permainan dari angan-angan didalam hatinya. Sebagai akibatnya kadangkala mereka menghakimi sesamanya, tunduk kepada pembangga-banggaan diri serta kesombongan, kadangkala menjadi marah (seolah-olah perasaan ini dapat dibenarkan karena benarnya tujuan dari kemarahan tadi), atau kadangkala terbelok perhatian oleh kecantikan wajah seseorang dan oleh kenikmatan hawa nafsu, atau kadangkala bahkan sangat menyinggung perasaan orang lain karena rasa jengkel yang tak terkendali, atau kadangkala malas untuk berdoa, atau terhanyut pada pemikiran-pemikiran yang tak berguna sementara melaksanakan doa. Mereka tidak jengkel pada dirinya sendiri dalam melakukan hal-hal ini, malahan menganggap itu sebagai tak ada artinya. Mereka pergi ke Gereja, atau berdoa dan melakukan sembahyang di rumah menurut aturan yang berlaku, dan menjalankan kesibukan seperti biasanya, sehingga mereka merasa puas dan merasa tenang-tenang saja. Tetapi mereka sedikit sekali merasa perduli mengenai apa yang sedang terjadi di dalam hati. Pada saat yang sama bisa saja hati itu sedang menyimpan apa yang jahat, sehingga dengan demikian mengambil dan memusnahkan seluruh nilai dari kehidupan mereka yang secara lahiriah kelihatan tepat dan saleh itu. Kiranya Allah menjauhkan kita dari tipuan yang kita buat atas diri kita sendiri ini.
Semoga Allah, Bapa kita, di dalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia, Tuhan kita Yesus Kristus, serta oleh Kuasa RohNya yang Kudus, mengaruniakan kita Kasih-Karunia hari ini untuk lepas dari ilusi dan tipuan yang kita buat atas diri kita sendiri ini. Dan semoga kita bukan saja memperhatikan perilaku kesalehan kita secara lahiriah saja, tetapi terlebih lagi memperhatikan gerakan-gerakan batin yang ada di dalam hati kita. Amin.

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *