Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 5 Januari 2021

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, Hari Perayaan Kelahiran Kristus yang di dalam Gereja Orthodox secara tradisional dirayakan pada tanggal 7 Januari adalah suatu peristiwa penyataan misteri Ilahi kehadiran kekekalan di dalam waktu, kehadiran sorga di atas bumi, panunggalan yang rohani dan ilahi di dalam yang jasmani dan ciptaan yang bendawi. Karena Firman yang bersifat Roh, kekal, sorgawi, ilahi dan tak tercipta itu telah menjadi daging ( Yohanes 1:14) yang benda jasmani, bersifat fana, duniawi, dan jasmani ciptaan.

Sehingga dengan demikian Ia hadir bagi orang beriman dan manunggal secara konkret dan nyata bagi orang beriman dengan menggunakan hal-hal jasmani terutama dalam Sakramen-Sakramen misalnya “air” dalam Baptisan, “minyak” dalam “Krisma” dan “pengolesan minyak bagi orang sakit’, “roti dan anggur” dalam Perjamuan Kudus/ Ekaristi Suci, “ucapan kata-kata absolusi/ pelepasan dan penumpangan tangan” dan yang lainnya. Terutama sekali dalam Perjamuan Kudus, Kristus hadir di setiap Roti dan Anggur yang dipersembahkan dalam Ekaristi Suci itu. Itu dapat kita umpamakan seperti ini.

Ada miliaran individu dan perorangan manusia di atas bumi ini. Mereka semua memiliki bentuk tubuh jasmani yang sama, jiwa yang sama dengan kemampuan-kemampuan yang mirip meskipun tidak identik, dan semua sosok berjiwa ini memiliki nama yang sama – yaitu “manusia”. Semua manusia itu mirip satu sama lain, dan seperti yang telah kita katakan memiliki satu nama dan sebutan – yaitu “manusia”. Semua Manusia ini mirip satu sama lain, dan muncul di atas bumi ini dari sumber asal yang sama, utamanya dari Allah, Bapa kita, diciptakan melalui FirmanNya, yaitu PutraNya, serta diberi kehidupan oleh RohNya, yaitu Roh Kudus, dan kemudian melalui pasangan pria dan wanita. Itulah sebabnya, diantara hal-hal yang lain, hukum Allah memerintahkan kita untuk mengasihi setiap orang seperti diri kita sendiri, karena kesamaan yang identik dari kodrat kemanusiaan kita itu. Jadi dapat kita lihat bahwa ada jumlah milyaran manusia, namun mereka itu satu oleh kesamaan yang identik dalam kodrat jiwa dan tubuhnya.

Demikian juga dengan Tuhan kita Yesus Kristus, di dalam InkarnasiNya (PenjelmaanNya sebagai Manusia), yang dialami dan dinyatakan dalam Sakramen, terutama Sakramen Perjamuan Kudus yang memberikan kehidupan (Yohanes 6:56-58) itu, di mana pun itu dipersembahkan – itu merupakan kehadiran dari satu-satunya Firman Allah yang melaluiNya kita semua dan segenap makhluk ini diciptakan ( Yohanes 1:3, Ibrani 1:2) dan yang tak terbagi-bagi dan telah menjadikan kita satu tubuh dan satu darah, karena “cawan pengucapan syukur.. adalah persekutuan dengan darah Kristus, ….roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus” (I Korintus 10:16), sehingga “Karena roti adalah satu, maka kita sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu” (I Korintus 10:17), melalui RohNya yang Satu (I Korintus 12:4, 11), yang bersemayam dalam Sakramen Kudus dari Tubuh dan Darah Kristus itu,buang dirayakan di semua gereja-gereja Rasuliah Orthodox di seluruh dunia, Dia berkehendak untuk menyatukan kita yaitu menjadikan kita manunggal dengan diriNya ( Yohanes 6:56) – yaitu kita manusia yang telah terjatuh dari kesatuan denganNya melalui dosa dan ketundukan kita pada Iblis, dan memotong serta memutuskan dan membersihkan apa yang didalam kita semua menghalangi kesatuan serta panunggalan kita denganNya serta kesatuan kita antara yang satu dengan yang lain “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku didalam Engkau, agar mereka juga didalam kita” (Yohanes 17:21). Sedemikian itulah tujuan dan sasaran dari Misteri Perjamuan Kudus atau Ekaristi Suci itu.

Kiranya Allah Bapa kita, di dalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia Tuhan kita Yesus Kristus, oleh kuasa RohNya yang Kudus, memampukan kita untuk melihat makna perayaan Kelahiran Kristus Kristus yang akan kita rayakan pada beberapa hari kedepan ini sebagai misteri rangkulan Allah dalam kasih terhadap keutuhan keberadaan kita yang jasmani ini, dan yang mengaruniakan penyatuan dan panunggalan denganNya melalui kejasmanian yang telah dirangkul dan dikenakan dalam InkarnasiNya ( Yohanes 1:14) dalam Perjamuan Kudus itu. Kiranya kita selalu memiliki kerinduan untuk menyatu denganNya dalam Misteri Sakramen Tubuh dan DarahNya. Amin.

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *