Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 30 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, milliaran manusia di dunia ini yang mengaku percaya kepada Kristus, tetapi hanya membatasi keyakinannya pada Kristus dan ajaran-ajaranNya itu sejauh dapat dimengerti oleh otaknya yang kecil dan terbatas itu saja dan menolak sisi Misteri yang luas dan tak terbatas dari Pribadi dan ajaran-ajaranNya itu. Mereka menganggap sisi Misteri yang tidak dapat difahami akalnya yang sempit itu sebagai takhayul, dongeng dan fiksi. Misalnya mengapa mereka menganggap sebagai tak masuk akal dan mengherankan bahwa Roti dan Anggur dalam Perjamuan Kudus/Ekaristi Suci itu menjadi Tubuh dan Kristus oleh kuasa Roh Kudus, dan bahwa Kristus bersemayam padanya seperti jiwa/roh itu bersemayam dalam tubuh? Sehingga akal mereka yang sempit mengatakan itu hanya lambang saja, dan menganggap tak masuk”akal” keyakinan akan Misteri yang sedemikian itu, karena akalnya memang sempit yang tak dapat dimasuki oleh Misteri yang luas dan tak terbatas itu. Juga mengapa kita harus heran bahwa Iblis dapat menempati bagian kecil dalam tubuh manusia, namanya ” hati” (Kisah Rasul 5:3, Yohanes 13: 2,27) dan bertumbuh kekuatannya setiap hari, seiring dengan bertumbuhnya dosa dan kedurhakaan yang dilakukan manusia tadi( Efesus 2:2) yang membuat Iblis yang bersarang di hati si manusia makin nyata dalam pengendaliannya atas tingkah laku kedurhakaannya. Demikian pula alangkah tak terbatasnya ke-MahaBaik-an Tuhan dengan memberikan MisteriNya yang Mahakudus dari Tubuh dan Darahnya dalam Perjamuan Kudus/Ekaristi Suci, dimana olehnya kita dijadikan manunggal denganNya ( I Korintus 10:16) dan Dia bersemayam dalam kita ( Yohanes 6:56-57) yaitu dalam “hati’ kita dimana Iblis itu bersarang, yang berkuasa atas dosa dan atas ” kematian” ( Ibrani 2:14). Sehingga Tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi Suci itu menjadi penawar racun yang sempurna yang mengaruniakan hidup ilahi dan kekudusan.Hidup Ilahi yang mana telah pada mulanya dikaruniakan pada kita sebagai “benih ilahi’ (I Yohanes 3:9) pada saat kita dilahirkan kembali oleh “,Air dan Roh’ (Yohanes 3:5) melalui Baptisan dan Krisma Kudus. Penawar Racun yang sempurna yang bersemayam dalam hati kita itu akan mengusir kuasa dosa dan Iblis yang bersarang didalamNya. Sebagaimana secara tak dapat diragukan lagi Iblis dan segala macam dosa itu sering bersarang di hati kita, demikian juga secara tak dapat diragukan lagi, Kristus, Sang Pemberi Hidup, Sang Pengudusan kita itu, bersemayam dalam hati kita. Karena Tuhan kita Yesus Kristus yang bersemayam dalam hati kita melalui Tubuh dan DarahNya yang kita sambut dalam Ekaristi Suci itu, tak dapat dibandingkan lebih MahakuasaNya bila dibandingkan dengan Iblis itu, maka jika Iblis itu masih bersarang dan bekerja di hati kita melalui keterikatan dan kemelekatan kita pada hal-hal duniawi, maka bagaimana mungkin jika Kristus masuk dalam hati kita yang seperti itu, yang disertai iman dan pertobatan, kuasa dosa dan Iblis yang bersarang didalamnya tak akan diusir keluar dari hati kita, karena hati itu diciptakan untuk menjadi Bait Allah ( I Korintus 3:16), bukan sarang Iblis.Jadi Kristus masuk dan manunggal dengan kita dan dalam hati kita itu tepatnya melalui Tubuh dan DarahNya, sesuai dengan keberadaan kita yang memiliki roh dan tubuh ini. Dimana tubuh ini nanti akan diselamatkan dan dirohanikan melalui kebangkitan diakhir jaman ( Yohanes 5:28-29, I Kor. 25:51-52, I Tesalonika 4:16) serta diubah menjadi seperti Tubuh Kristus yang telah bangkit dan sekarang menjadi mulia itu ( Filipi 3:20-21) sehingga tubuh kita yang akan dibangkitkan itu, akan menjadi sama seperti Tubuh Kristus yang sekarang telah dimuliakan di sebelah kanan Sang Bapa itu ( I Yohanes 3:2). Jika Iblis dapat memberikan kemampuan pada patung binatang ( Anti Kristus) yang benda mati itu nanti di akhir jaman ( Wahyu 13:15), maka bagaimana Kristus yang bersemayam dalam Roti dan Anggur dalam Ekaristi Suci itu, tidak mampu mentransformasi benda-benda anugerah itu, dan sama sekali mengasimilasikan dengan diriNya sebagai Tubuh dan DarahNya oleh kuasa RohNya yang kudus. Lihatlah betapa luas dan tak terbatas makna Misteri Ilahi, kalau tak dibatasi pemahamannya oleh akal yang sempit dan dalih “masuk akal” tadi. Karena meskipun iman Rasuliah Orthodox tidak takut pada penggunaan akal, namun ketika hal-hal rohani yang mendalam yang kita sentuh, kita harus rela memberikan tempat bagi Misteri Allah yang mengatasi akal itu. Amin.

Kiranya Allah, Bapa kita, di dalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia, Tuhan kita Yesus Kristus, oleh kuasa RohNya yang Kudus, memberikan kita kemampuan untuk merendahkan hati kita dan untuk menundukkan kecongkakan akal Budi untuk rela menerima Misteri Ilahi yang mengatasi akal itu. Amin.

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *