Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 25 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, marilah kita tinggalkan pemikiran-pemikiran duniawi – bukan saja kekayaan dan emas atau hal-hal duniawi yang lain ( Kolose 3:1-2) tetapi marilah kita usir dari dalam jiwa kita bahkan keinginan-keinginan hawanafsu dan kemelekatan pikiran dan hati akan hal-hal itu. Marilah kita lawan kemelekatan pada kenikmatan tubuh, tetapi bahkan gerakan-gerakannya yang tak terkendalikan dan marilah kita berjuang keras untuk mematikannya (Kolose 3:5, Galatia 5:24) dengan kerja keras dalam melakukan mati-raga, puasa dan penyangkalan diri ( I Korintus 9:27, Markus 8:34-35). Karena melalui tubuh itulah hawanafsu itu digairahkan dan direalisasikan dalam perbuatan. Jadi, sementara tubuh penuh dengan kehidupan dan gairah, dengan sendirinya dan tak dapat dihindarkan lagi jiwa itu akan mati – yaitu terasa berat, atau bahkan tak mampu bergerak untuk melakukan perbuatan apapun bagi mentaati perintah-perintah Kristus, Sebagaimana nyala api selalu membubung keatas, terutama jika kayu bakarnya itu selalu di bolak-balik dan disodok-sodok, demikian juga hati orang yang bersifat sia-sia, itu tak dapat menjadi rendah hati. Segera kita katakan sesuatu kepadanya untuk kebaikannya sendiri, hatinya akan melambungkan diri makin tinggi dan makin tinggi lagi, kalau dia dicela dan diperingatkan karena sikapnya yang salah, dan akan membantah dengan penuh kepanasan hati, jika dia dipuji dan dianggap telah berbuat baik, dia akan meninggikan diri makin tinggi dan makin tinggi lagi. Orang yang suka membantah dan mendebat nasihat dan wejangan apapun akan menjadi bagi dirinya sendiri seperti pedang bermata dua; karena dia sky menghancurkan dirinya sendiri, tanpa mengetahuinya, dan membuat jiwanya terasing dari hidup kekal.
Kiranya Allah Bapa kita, didalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia Tuhan kita Yesus Kristus, oleh kuasa RohNya yang Kudus, memberikan karunia kepada kita hari ini untuk tidak menjadi orang yang sia-sia dan tinggi hati, serta tak menjadi orang yang melekat pada hal-hal duniawi, sebaliknya menjadi orang yang rindu untuk terlepas dari ikatan hawanafsu tubuh dan kemelekatan pada hal-hal yang duniawi oleh Roh Kudus yang bekerja didalam kita. Amin

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *