Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 24 Januari 2021

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, Alkitab mengatakan:” Sebab karena Kasih-Karunia kamu diselamatkan; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah…. Karena kita ini buatan Allah, yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik…Ia mau supaya kita hidup didalamnya” (Efesus 2:8a, 10). Dalam ayat ini dijelaskan adanya korelasi antara Kasih Karunia, yaitu Energi Ilahi yang bekerja didalam diri kita oleh Roh Kudus, dan perbuatan baik. Yang dimaksud perbuatan baik itu bukan pekerjaan sebagai amal yang kita harapkan pahala darinya bagi mencapai sorga. Sebab mencapai sorga, menurut pemahaman umum, atau menerima Keselamatan menurut ayat diatas, bukan sebagai akibat pahala berbuat baik, namun sebagai karya Kasih Karunia, atau karya Energi Ilahi, yang pada akhir jaman pada kedatangan ” Tuhan’Yesus Kristus sebagai Juruselamat, …akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan TubuhNya yang mulia” (Filipi 3:20-21), yaitu “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” ( II Petrus 1:,4). Dan perbuatan baik itu adalah sebagai manifestasi dari Kasih (Roma 13:8-10, I Korintus 13:4-7) sebagai buah Roh Kudus ( Galatia 5:22-23) yaitu buah karya Kasih Karunia didalam kita yang menuntun pada kekudusan ( I Petrus1: 15-16, I Yohanes 3:3, Ibrani 12:14, II Korintus 7:1). Jadi Kasih Karunia dan Perbuatan baik semacam itu saling melengkapi dan saling bekerja sama. Ada beberapa cara untuk memperkokoh Kekuatan-kekuatan jiwa dan tubuh didalam kebaikan ini, yang memungkinkan hidup Kasih Karunia di dalam roh kita untuk menyala makin bertambah gemilang. Sesuai dengan semangat dan usaha dari kita yang memberikan diri kita seutuhnya kepada Allah, maka Kasih Karunia itu akan masuk dan menembus dan merembesi kita secara makin bertambah dengan kekuatan dan dayanya, untuk menguduskan kita dan menjadikan kita milik Kasih Karunia itu sendiri. Tetapi kita tidak dapat dan jangan sampai hanya berhenti disini saja. Ini barulah suatu benih, suatu titik berangkat. Adalah sangat penting bahwa terang/cahaya ini berjalan lebih jauh, dan meresapi keseluruhan substansi dari jiwa dan tubuh kita, dan dengan demikian dengan cara itu akan menguduskan jiwa dan tubuh tadi, dan menyatakan jiwa dan tubuh itu milik Kasih Karunia tadi, karena keduanya itu tidak dikuasai dan dikendalikan oleh Kasih Karunia itu. Pada saat yang bersamaan Kasih Karunia itu akan mencabut sampai ke akar-akarnya hawanafsu yang asing dan bukan bersifat alami bagi jiwa kita itu yang sampai saat ini masih mendominasi kita. Kasih karunia itu akan mengangkat jiwa dan tubuh kita dalam statusnya yang murni dan alami seperti keadaannya sebelum kejatuhan.Terang/Cahaya itu jangan sampai tinggal terkungkung di dalam dirinya sendiri, tetapi harus menyebar keseluruhan keberadaan diri kita dengan segenap daya dan kekuatannya. Bagaimana caranya? Kita lanjutkan dalam renungan kita besok.
Kiranya Allah Bapa kita, didalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia Tuhan kita Yesus Kristus, oleh kuasa yang Kudus menolong kita dalam perjuangan kita dalam pertumbuhan hidup kita dalam Kasih Karunia ini. Amin

+ Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *