Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 22 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, didalam kita mentaati perintah “tetap kerjakanlah keselamatanmu dengan dengan takut dan gentar” ( Filipi 2:12) sebagai wujud pengolahan “benih ilahi”( I Yohanes 3:9) yang telah dikaruniakan kepada kita saat kita dilahirkan kembali oleh ‘air’ yaitu baptisan (Kolose 2:11-12) dimana manusia lama kita ditanggalkan dan manusia baru bangkit dgn Kristus, sehingga lahirlah manusia baru, dan oleh “Roh” ( Yohanes 3:5) yaitu Roh Kudus yang berkarya pada saat Sakramen Baptisan itu dilaksanakan ( I Korintus 12:13). Hendaknya kita memiliki 5 kebajikan ini:
1) Iman – suatu iman yang murni dan tulus, yang dinyatakan pada hormat dan keyakinan kita yang tulus pada bapa guru rohani yang mengajarkan pengajaran-pengajaran iman itu kepada kita, sehingga kita memiliki iman yang mendalam kepada Kristus dan mentaati Sang Kristus, Karena Sang Kristus sendiri mengatakan:”Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku, dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku” (Lukas 10:16)
Juga Kitab Suci mengatakan:”Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Roma 14:23b).
2) Kebenaran – yang dinyatakan dalam sikap kita harus menyatakan yang benar dalam semua kata-kata dan ucapan-ucapan kita, dalam semua perbuatan kita, dan dalam kita menyatakan pikiran-pikiran kita pada saat kita mengaku dosa- dosa kita. Karena Kitab Suci mengatakan:’Dasar firmanMu adalah Kebenaran” (Mazmur 119:160). Dan Sang Kristus sendiri mengatakan :” Akulah Kebenaran” ( Yohanes 14:6).
3) Tidak melakukan kemauan kita sendiri – yaitu tidak melakukan sesuatu hanya menurut kemauan kita sendiri saja yang keluar dari hawanafsu kita, yang bertentangan dengan perintah Kitab Suci serta wejangan dari bapa guru rohani kita. Kita harus menyangkal keinginan kita yang memberontak dan rela menundukkan hati kita dalam ketaatan dengan penuh kesadaran tanpa harus didorong-dorong oleh orang lain, termasuk oleh bapa guru rohani kita sendiri.
4) Kita jangan sampai meragukan dan membantah perintah Kitab Suci, serta jangan suka membantah dan suka melawan wejangan dari bapa guru rohani kita. Karena membatah dan suka melawan itu tidak selayaknya bagi orang yang menapak jalan kesalehan. Rasul Paulus mengatakan:”Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun jemaat-jemaat (Gereja-gereja) Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian” ( I Korintus 11:16). Hidup dengan takut dan gentar kepada Allah, itu dinyatakan dalam ketaatan total kepada perintah-perintahNya, jadi merupakan suatu yang bukan pada tempatnya jikalau kita ingin taat tetapi suka membantah dan melawan terhadap perintah-perintah Allah dan wejangan-wejangan dari bapa guru rohani kita. Karena itu dari kesombongan, yang merupakan teman dari ketidak- percayaan dan tinggi hati, maka sebagai lawannya ketiadaan sikap suka membantah dan suka melawan itu berasal sikap batin yang benar dan rendah hati secara bijak.
5) Kita harus dengan tulus untuk tidak menyembunyikan dosa-dosa kita, tetapi selalu menyatakan itu dalam Pengakuan Dosa yang tulus semua rahasia hati kita ( pemikiran-pemikiran dan keinginan-keinginan dan hasrat hati) dihadapan bapa Pengakuan Dosa kita. Sebagai mana dikatakan:”Dosaku kuberitahukan kepadaMu, dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; …dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku” (Mazmur 32:5). Jikalau kita dengan bijaksana dan penuh akal Budi memelihara lima kebajikan ini sebagai cara untuk tetap mengerjakan Keselamatan kita dengan takut dan gentar kepada Allah itu, kita akan dikaruniai Allah melalui Kasih karunia Nya untuk ikut ambil bagian di zaman yang datang dalam kebahagiaan dan sukacita para orang benar, oleh panunggalan dengan Kristus. Sebab iman dan ketaatan akar dan fondasi dari kehidupan yang benar dan saleh, di dalam Kristus.
Kiranya Allah, Bapa kita, di dalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia, Yesus Kristus, Tuhan kita, oleh kuasa RohNya yang Kudus, memampukan kita oleh Kasih-KaruniaNya untuk dapat hidup dalam kebajikan-kebajikan itu sebagai bentuk kita tetap mengerjakan Keselamatan kita dalam takut dan gentar kepada Allah sebagaimana yang disabdakan dalam Filipi 2:12-13 itu. Amin.

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *