Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 19 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, orang yang belum terlepas dari kemelekatan pada hawanafsu, tidak mengetahui apa artinya keberadaan dari terbebas dari hawanafsu itu. Dan dia tidak percaya bahwa dapat ditemukan orang yang semacam itu di dunia ini. Karena jika seseorang pertama-tama belum menyangkal dirinya (Markus 8:34) serta bergumul melawan dosa sampai mencucurkan darah (Ibrani 12:4) demi hidup yang sungguh-sungguh terberkati ini, bagaimana ia dapat membayangkan bahwa ada seseorang yang lain telah melakukan hal ini bagi mencapai derajat keberadaan terbebas dari hawanafsu ini? Dengan cara yang sama, orang yang yang menganggap dan berkhayal bahwa dia memiliki Roh Kudus dalam dirinya, padahal dalam kenyataannya dia tak memiliki apa-apa, ketika mendengar bahwa tindakan-tindakan Roh Kudus itu secara jelas dapat dikenali dengan bukti-bukti, terutama bukti kekudusan, kebajikan-kebajikan dan derajat keberadaan terbebas dari hawanafsu itu , di dalam diri mereka yang memiliki Roh Kudus itu, orang tadi menolak untuk percaya akan hal itu, tak pula ia percaya bahwa dapat ditemukan didalam generasi dan jaman kita ini orang-orang yang memiliki kehidupan yang setingkat dengan para Rasul Kristus dan para Orang Kudus di sepanjang zaman, dan seperti mereka orang-orang itu, digerakkan dan dipengaruhi oleh Roh Ilahi itu, atau secara sadar melihat dan memahami Dia dengan mata jasmani dan mata batinnya yang telah disucikan. Karena setiap orang menilai orang lain dari derajat keberadaan batin dan rohani dirinya sendiri.( I Korintus 2:14-15), yaitu dari bagaimana keadaan diri orang itu dalam dirinya sendiri sendiri, apakah dia dalam kebajikan-kebajikan atau dalam gelimang dosa.
Kiranya Allah, Bapa kita, di dalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia Tuhan kita Yesus Kristus, oleh Kuasa dari RohNya yang Kudus mengaruniakan kita derajat batin yang dapat terbebas dari kemelekatan kepada hawanafsu itu melalui Kasih karunia-Nya dalam penyangkalan diri kita serta pergumulan kita terhadap dosa sampai mencucurkan darah di batin kita, Amin.

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *