Berkat Rohani

Berkat Harian Bapa Rohani, 18 Desember 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara-saudara dan Saudari-saudariku serta Anak-anak Rohaniku semuanya, tidak ada yang menyebabkan jiwa, bahkan daripada orang-orang yang bersemangat untuk mematikan serta menyalibkan keinginan-keinginan hawa nafsu daging dan keinginan dosa ( Kolose 3:5, Galatia 5:24) menjadi lebih lemah, lebih sembrono, serta lebih tak berakal dari pada mementingkan dan mencintai diri sendiri, si penyubur hawa nafsu itu. Itu akan mengajar dalam diri orang yang bersifat mementingkan dan mencintai diri sendiri itu untuk lebih memilih melakukan apa yang mudah dan ringan bagi tubuh kedagingannya daripada “melatih tubuh dan menguasainya seluruhnya” (I Kor.9:27), serta ” turut mengambil bagian dalam pertandingan”, dengan ” menguasai dirinya dalam segala hal” ( I Kor. 9:25a) demi untuk mencapai kebajikan-kebajikan, serta menganggap sebagai penghargaan yang amat tinggi suatu penyelenggaraan ilahi yang masuk akal untuk tidak membebani diri dengan “mengerjakan keselamatan dengan rasa takut dan gentar” (Filipi 2:12) secara sukarela. Mementingkan dan mencintai diri sendiri itu berdampak menghilangkan dari jiwa itu kesuka-relaan dan semangat didalam kemajuan dan perkembangan untuk mencapai keteduhan dan kesunyian batin dari keributan gejolak hawa nafsu, dengan memberikan dorongan padanya untuk hanya melakukan apa yang ringan dan yang mudah saja dari perintah-perintah Kristus, dengan demikian menghasilkan dalam dirinya suatu kemalasan yang begitu kuat dan amat mengendalikan bagi melakukan tindakan dan perbuatan yang semestinya. Bagi mereka yang telah menjadi malas untuk menggenapi perintah-perintah Kristus dan keinginan untuk mengenyahkan ketidakjelasan hawa nafsu yang suram dan menggelapkan batin, tidak ada tindakan jasmani yang lebih baik dan berdayaguna daripada melakukan ketaatan yang total terhadap latihan2 rohani yang dianjurkan bapak rohaninya dengan sepenuh iman dan tanpa membantah. Ketaatan semacam itu adalah obat yang merupakan gabungan dari kebajikan, yang memberikan kehidupan bagi mereka yang meminumnya, serta suatu pisau operasi yang dengan satu irisan tajamnya, membersihkan luka-luka yang bernanah dalam batin akibat hawa nafsu. Orang yang dengan iman dan kesederhanaan hati, telah memilih untuk menghunus pisau ketaatan tanpa membantah ini, sekaligus dia akan memotong dan mencungkil semua hawa nafsu, secara lebih sempurna daripada siapapun, dan bukan saja dia akan masuk kedalam keteduhan dan kesunyian batin dari gejolak hawa nafsu, tetapi juga melalui ketaatan, sepenuhnya menguasai hawa nafsu itu, karena disitu ia telah menemukan Kristus dan menjadi peneladanNya serta menjadi hambaNya yang kerinduan hatinya hanya ingin memelihara perintah-perintahNya serta mengikuti kehendakNya semata. Kiranya Allah, Bapa kita, di dalam Nama FirmanNya yang telah menjadi Manusia, Tuhan kita Yesus Kristus, oleh Kuasa dari RohNya yang Kudus menuntun kita untuk menemukan bapak rohani yang dapat membimbing kita, sehingga kita dapat belajar untuk mentaati latihan2 rohani yang diajarkannya untuk melenyapkan kemalasan sebagai buah dari mementingkan dan mencintai diri sendiri itu. Amin

Romo/Abuna Daniel Byantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *