Berkat Rohani

Berkat 29 Nov 2020

Shalom Alaikhem be Shem Ha Massiakh

Para Romo, Saudara2 dan Saudari2ku, serta Anak-anak Rohaniku semuanya, Allah telah melakukan segala sesuatu untuk kemanfaatan bagi kita. Kita dijagai dan diajar oleh para malaikat, dicobai oleh roh-roh jahat supaya kita dapat merendahkan diri dan memiliki kontak kepada Allah, dengan demikian kita diselamatkan dari meninggikan diri sendiri serta dilepaskan dari ketak-perdulian. Di satu pihak kita dituntun untuk mengucapkan syukur kepada Dia, Sang Penyedia Segala Sesuatu, bagi kota melalui hal-hal yang baik dari dunia ini, misalnya kesehatan, kemakmuran kekuatan, istirahat, kegembiraan, terang, pengetahuan rohani, kekayaan, kemajuan dalam segala sesuatu, hidup yang penuh damai, menikmati penghormatan, kewibawaan, kelimpahan, dan semua apa yang lain yang dianggap sebagai berkat-berkat dalam kehidupan ini. Kita dituntun untuk mengasihi Dia dan melakukan apa yang baik yang dapat kita lakukan, karena kita merasa kita memiliki tanggung jawab alamiah untuk mengembalikan kepada Allah atas karunia-karuniaNya kepada kita dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Tentu saja kita tak mungkin kita dapat membayar kembali kepadaNya, karena hutang-hutang itu selalu makin bertambah besar. Di pihak lain, melalui apa yang kita anggap kesulitan kita akan mencapai keberadaan sabar, kerendahan-hati dan harapan akan berkat-berkat di zaman yang akan datang,dan oleh apa yang kita anggap kesulitan ini, misalnya: keadaan sakit, ketidak-nyamanan, pencobaan, kelemahan, tekanan batin yang tidak kita cari-cari, kegelapan, ketidak-tahuan, kemiskinan, ketiada-beruntungan secara umum, rasa takut kehilangan, kehilangan kehormatan, penderitaan, serba kekurangan, dan lain-lainnya. Sungguh lah, bukan hanya pada masa yang akan datang saja, bahkan pada masa sekarang ini juga, hal-hal ini adalah sumber dari berkat yang besar bagi kita. Dengan demikian Allah dalam ke-Mahabaik-anNya yang tak terutarakan telah mengatur segala sesuatu dengan cara yang mengherankan bagi kita, dan jika kita ingin untuk mengertinya dan menjadi apa diri kita ini yang seharusnya, kita harus berjuang untuk mencapai kebajikan-kebajikan sehingga kita dapat menerima dengan ucapan syukur apa saja yang menimpa kita, apakah itu baik, atau apakah yang kelihatannya buruk, dan tetap tinggal tak tergoyahkan di dalam segala hal. Biarlah Allah, Bapa kita, yang ” turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi” kita (Roma 8:28), di dalam Nama FirmanNya yang telah turun ke dunia menjadi Manusia (Yohanes 1:14), Tuhan kita Yesus Kristus, dimana Allah “mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia” (Roma 8:32) di dalam RohNya yang Kudus, yang melaluinya Allah “mencurahkan kasihNya kedalam hati kita” (Roma 5:5), akan memberikan kepada kita hari ini ketabahan, kesabaran dan rasa syukur atas apapun yang menimpa kita, sehingga kebajikan-kebajikan yang dikehendaki Allah bagi kita, boleh bertumbuh dan berkembang dari dalam hati dan batin kita. Amin

Romo Daniel Byantoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *