NovemberSejarahSynaxarion

ARTEMIOS, MARTIR AGUNG

Diperingati pada tanggal 20 Oktober (Julian)/ 2 November (Gregorian)

      Martir Agung Suci Artemios adalah seorang pemimpin militer terkemuka pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus Agung (306-337M, diperingati 21 Mei), yang setara dengan Para Rasul .

Artemios menerima banyak penghargaan atas dedikasinya dan keberanian yang luar biasa, sehingga ia diangkat sebagai raja muda Mesir. Dalam posisi resmi ini ia berbuat banyak untuk menyebarkan dan memperkuat agama Kristen di Mesir. 

Kaisar Konstantius digantikan dengan Julian yang murtad (361-363M). Julian dalam keinginannya untuk memulihkan paganisme melakukan perjuangan keras melawan Kekristenan, dan membunuh banyak orang kristen. Di Antiokhia ia memerintahkan penyiksaan dua uskup yang tidak mau meninggalkan iman Kristen. Selama waktu ini Js Artemios tiba di kota dan secara terbuka mencela Julian karena ketidaksalehannya. Julian yang marah membuat orang suci itu mengalami siksaan yang mengerikan, setelah itu mereka melemparkan Js Artemios yang syahid ke dalam penjara. Selama di penjara, ia berdoa kepada Tuhan, dan Kristus Sendiri menampakkan diri kepadanya dikelilingi oleh para malaikat dan berkata: “Tenanglah, Artemios! Aku bersamamu dan akan melindungimu dari setiap luka yang mungkin ditimbulkan oleh para penyiksa kepadamu, dan Aku sudah menyiapkan mahkota kemuliaanmu. Karena itu, sama seperti engkau mengakui Aku di depan orang-orang di bumi, demikian juga aku harus mengakuimu di hadapan Bapa Surgawi-Ku. Karena itu, beranikan diri dan bergembiralah, – engkau akan bersama-Ku di Kerajaan-Ku“. Mendengar ini dari Tuhan sendiri, Artemios bersukacita dan mulai dengan sungguh-sungguh mempersembahkan kemuliaan dan ucapan syukur kepada-Nya. 

  Pada hari berikutnya Julian menuntut agar Artemios menghormati dewa-dewa pagan.  Karena Js Artemios tegas menolak, maka kaisar melakukan penyiksaan terhadapnya. Sang Jana suci itu menanggung semuanya tanpa satu erangan pun. Jana suci itu kemudian meramalkan kepada Julian bahwa dia akan segera menerima pembalasan yang adil atas kejahatan yang dilakukan olehnya kepada orang-orang Kristen. Julian menjadi marah dan melakukan siksaan yang lebih kejam, dan akhirnya Artemios yang syahid dipenggal (+ 362)M. Jenazahnya dikubur oleh orang-orang Kristen.

      Dan setelah kematian Martir Agung Artemios yang suci, ramalannya tentang kematian Julian yang murtad yang akan datang menjadi kenyataan.

      Julian meninggalkan Antiokhia untuk berperang dengan Persia. Di dekat kota Persia, Ctesiphon, dia bertemu dengan seorang Persia tua, yang setuju untuk mengkhianati rekan senegaranya dan membimbing pasukan Julian. Tetapi lelaki tua itu menipu Julian dan memimpin pasukannya ke tempat yang tidak dapat dilewati di hutan belantara Karman, di mana tidak ada makanan atau air. Dilelahkan oleh rasa lapar dan haus, tentara Yunani-Romawi Julian harus berperang melawan pasukan Persia yang baru. Pembalasan ilahi menimpa Julian si Murtad. Pada saat pertempuran dia terluka parah oleh tangan tak terlihat dan senjata tak terlihat. Julian mengerang dalam, dan sekarat, dia berkata, “Engkau telah menaklukkanku, orang Galilea!” .

Setelah kematian kaisar yang murtad, relic Martir Besar Artemios dipindahkan dengan hormat dari Antiokhia ke Konstantinopel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *