Wejangan Para Bapa Gereja

Wejangan Js. Ignatius Brianchaninov

Kristus dan Kita

Hanya satu hal saja yang perlu: Bersama dengan Yesus itu kaya, sekalipun ia miskin secara harta benda. Barangsiapa menginginkan apa yang fana di dalam dunia ini melebihi apa yang sorgawi, akan kehilangan baik yang sementara maupun yang sorgawi. Namun siapapun yang senantiasa mencari apa yang sorgawi ialah tuan atas seluruh dunia.

( Js. Ignatius Brianchaninov, Patericon)

.

.

Berdoa tanpa henti (doa puja Yesus) adalah “kemartiran yang tersembunyi”

Js. Ignatius Brianchaninov

.

.

Tradisi Suci

Janganlah sembrono menerangkan Injil Suci atau kitab-kitab lain dalam Kitab Suci dengan pengertianmu sendiri. Kitab Suci tidak dituangkan secara sembarang oleh para nabi dan rasul melainkan melalui ilham dari Roh Kudus. Lantas betapa lancangnya kita jika ingin menerangkannya secara sembarangan? Roh Kudus setelah mengilhamkan Firman Allah melalui nabi dan rasul, menerangkannya melalui para Bapa Suci. Baik Firman Allah maupun penjabarannya adalah rahmat dari Roh Kudus. Gereja Orthodox yang kudus dan anak-anaknya yang sejati hanya menerima tafsiran patristik (dari para Bapa dan Ibu Suci Gereja).

(Js. Ignatius Brianchaninov, tentang Membaca Injil)

.

.

Pertobatan

Mereka berdiri jauh-jauh dari orang yang mengaku dosanya sebab dosa digagas dan diperkuat oleh kebanggaan dari natur kita yang jatuh dan tidak bertahan terhadap penyesalan dan penyataan. Dalam sakramen pengakuan, segala dosa yang dilakukan di dalam perkataan, perbuatan atau pikiran dengan tegas dibasuh bersih… Pengakuan dosa diperlukan untuk dapat benar-benar berpaling dari dosa sebelumnya dan untuk melindungi diri dari jatuh ke dalam dosa di masa depan…. Tidak ada jalan yang membantu untuk menyembuhkan luka-luka yang disebabkan oleh dosa sampai mati sebagaimana pengakuan-pengakuan dosa yang sering.

(Js. Ignatius Brianchaninov)

.

.

Tetaplah di Tempat dan Jangan Melarikan Diri dari Godaan

Amma Theodora berkata: Seorang rahib setelah menderita oleh banyaknya penderitaan, berkata kepada dirinya sendiri, “Aku akan tinggalkan tempat ini.” Dengan kata-kata ini ia mulai menaruh sandalnya di kakinya dan tiba-tiba ia melihat setan dalam bentuk seorang pria duduk di sudut ruangan selnya. Setan itu juga mengenakan sandalnya. Dia berkata kepada sang Rahib, “Apakah engkau meninggalkan tempat ini karena aku? Kalau begitu, ke mana pun engkau pergi, aku akan berada di sana sebelum kamu.”

(Js. Ignatius Brianchaninov, Paterikon)

.

.

Kesedihan

Abba Dorotheos berkata: tidak peduli apapun jenis kesedihan yang datang kepadamu, jangan menyalahkan siapapun kecuali diri sendiri dan katakanlah, “Hal ini terjadi karena dosa-dosaku.”

(Js. Ignatius Brianchaninov, Paterikon)

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *