Wejangan Para Bapa Gereja

Wejangan Js. Barsanufius Agung

Bagaimanakah Kita Berelasi dengan Allah

Bersama Allah, janganlah takut akan apapun juga, tetapi percayakanlah segala perkaramu di hadapan-Nya, dan Dia akan memeliharamu. Percayalah dengan segenap hatimu tanpa ragu, dan Allah akan menolongmu sesuai dengan belas kasihanNya.

( Js. Barsanufius Agung, Nasihat, 166 )

.

.

Penghakiman Akhir

Jangan tertipu mengenai pengetahuan akan apa yang akan ada setelah kematianmu: apa yang kamu tabur di sini, kamu akan menuainya di sana. Setelah meninggalkan dunia ini, tidak ada orang yang bisa mengubah apapun. Sebagaimana pekerjaannya, demikianlah hadiahnya, sebagaimana perjuangannya, demikianlah mahkotanya.

(Js. Barsanuphius, Nasihat Agung, 606)

.

.

Doa

Jika engkau menjadi tinggi hati ketika kamu menerima apa yang kamu minta dalam doa maka jelas bahwa doamu tidak kepada Allah dan kamu tidak menerima pertolongan dariNya tetapi setan bekerja denganmu dalam rangka meninggikan hatimu; Sebab ketika pertolongan datangnya dari Allah, jiwa tidak menjadi angkuh tetapi malah akan lebih rendah hati dan ia kian kagum pada belas kasihan Allah yang besar, betapa pengasihnya Dia terhadap orang berdosa.

(Js. Barsanuphius Agung, Nasihat, 418)

.

Pada masa penderitaan, ingatlah dan berserulah kepada Tuhan untuk bermurah hati dalam doa yang tak putus. Seruan yang tak henti-hentinya akan nama Allah dalam doa adalah penyembuhan bagi jiwa; dengan menumpas bukan hanya hasrat keji tetapi bahkan seperti operasi bagi jiwa. Sebagaimana dokter menemukan pengobatan yang diperlukan, dan bekerja dalam cara yang tidak dimengerti oleh orang yang sakit itu, demikianlah pula nama Allah, ketika engkau memanggil dengan segenap hatimu, membunuh semua hasrat keji meskipun kita tidak tahu bagaimana hal ini terjadi.

(Js. Barsanuphius Agung, Nasihat, 421)

.

.

Kehendak Allah dan Kehendak Kita

Berikut adalah ajaran bercahaya Juruselamat kita: “Jadilah kehendakmu.” (Mat 6:10). Siapapun yang tulus mengucapkan doa ini menanggalkan kehendaknya sendiri dan menempatkan segala sesuatu dalam kehendak Allah. Tapi kehendak yang disusupi oleh setan penuh dengan pembenaran diri dan kepercayaan dalam diri sendiri dan kemudian mereka (setan) dengan mudah menaklukkan orang-orang yang menerima pemikiran semacam ini.

(Js. Barsanuphius Agung, Nasihat, 40, 124)

.

.

Bagaimana Kita Semestinya Bertindak

Sangatlah perlu untuk melakukan segala sesuatu dengan ketajaman pikiran dan untuk mengambil langkah nan bijak sehingga engkau tidak akan bingung nanti. Memberikan sedekah, puasa atau apapun di tingkat tertinggi (melampaui batas seseorang atau ukuran kekuatannya) tidaklah bijak karena nantinya akan memimpin orang yang melakukannya ke dalam kebingungan, kesedihan dan gerutu. Bahkan Allah mengharuskan hanya hal yang sesuai dengan kekuatan manusia.

(Js. Barsanuphius Agung, Nasihat, 627)

.

.

Kesalahan Rohani

Tidak seorangpun pernah menyelesaikan apa yang baik dengan kejahatan karena jikalau demikian mereka sendiri ditaklukkan oleh kejahatan. Sebaliknya, kejahatan diperbaiki oleh yang baik.

(Js. Barsanuphius Agung, Petunjuk, 15)

.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *