Signum Crucis (Tanda Salib)

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Kita menyebut diri kita sebagai Kristen (Yunani: Khristianos) karena kita percaya kepada Allah sebagaimana kita juga percaya kepada Anak Tunggal Allah, Tuhan kita, Yesus Kristus (Yunani: Iesous Khristos, dari kata Khristos ini istilah Khristianos berasal). Yesus Kristus tidak hanya mengajarkan kepada kita bagaimana beriman kepada Allah yang benar dan dengan cara yang benar, tetapi

Rasul Barnabas, Sang Murid Kudus

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Juni, Synaxarion

Rasul suci Barnabas lahir di pulau Siprus (selatan Turki) dari keluarga Ibrani yang kaya. Nama aslinya adalah Yusuf. Ia mengenyam pendidikannya di Yerusalem. Ia tumbuh bersama temannya, Saulus (yang kemudian menjadi Rasul Paulus) dibawah bimbingan seorang guru yang terkemuka, Gamaliel. Yusuf orang yang saleh sejak masa mudanya, ia rutin mengunjungi Bait Suci, menjalankan

Dua Mahkota Sembahyang: Petang dan Pagi

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Liturgi

Artikel ditulis Sdr. Basilius dari Gereja Ortodoks St. Nikolas dari Myra, Surabaya Dalam penciptaan langit dan bumi, sesuai apa yang dapat kita baca dalam kitab Taurat Musa, ada suatu pernyataan atau ungkapan yang dapat kita temukan hingga enam kali, yaitu: “Jadilah PETANG dan jadilah PAGI” (Kej. 1:5, 8, 13, 19, 23, 31). Penekanan petang dan […]

Keselamatan: Kasih Karunia Allah

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Efesus 2:8). Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa keselamatan adalah pemberian Allah, dengan demikian suka tidak suka, mau tidak mau, titik awal keselamatan adalah Allah karena “kasih karunia” (Yunani: χάριτι, khariti) yang adalah “pemberian” Allah. Kata “kasih karunia” atau khariti ini berasal dari kata

JANASUCI METROPHANES DARI CINA

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Juni, Synaxarion

Presbiter Metrophanes (Mitrophan) dengan nama asli Chang Yangji, setelah ayahnya meninggal ketika ia masih kecil, ia berada dalam asuhan ibunya, Marina- seorang guru, bersama dengan neneknya, Ekaterina. Sewaktu Arkhimandrit Pallady menjadi kepala misi, beliau meminta guru Juren Long Yuan, untuk membimbing Metrophanes mempersiapkannya masuk ke jenjang keimaman. Pada umur 25 tahun dengan dukungan Arkhimandrit Flavian (pengganti Arkhimandrit Pallady), Metrophanes muda ditahbis menjadi