Hierark Kudus Basil Agung Dari Kaisarea [379]

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Januari, Synaxarion

Diperingati Gereja Orthodox pada 14 Januari (Kalender Sipil) / 01 Januari (Kalender Gereja Purba) Hierark Kudus Basil Agung lahir pada tahun 329 di Kaisarea di Kapadokia dalam keluarga yang termahsyur akan pengetahuan dan Kekudusan. Orang tuanya adalah Basil Tua dan Emilia. Ayahnya adalah seorang pengacara dan ahli retorika terkenal yang tinggal di Kaisarea. Kakek dan […]

Wejangan Js. Basilius Agung

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Wejangan Para Bapa Gereja

Bagaimana Mengenal Allah Sebagaimana mustahilnya menjelaskan rasa manisnya madu kepada mereka yang belum pernah merasakan madu, demikianlah kasih Allah itu begitu susah dijelaskan dengan pengajaran, jika kita sendiri tidak masuk ke dalam kebaikan Tuhan itu dengan pengalaman kita sendiri. ( Js. Basilius Agung, dalam Pembabaran Mazmur, 29 ) . . Allah Memelihara Semua Orang Janganlah […]

Tata Ibadah Gereja Orthodox Timur Dalam Pelaksanaan Ibadahnya

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Liturgi

Gereja Orthodox Timur merupakan sekelompok gereja yang berdiri sendiri, namun disatukan oleh pemahaman mengenai Sakramen, Doktrin, Liturgi, dan Sistem pemerintahan gereja yang sama. Kepala Gereja Orthodox disebut “Patriakh” atau “Metropolitan.”Patriakh Konstantinopel yang berada di Istanbul, Turki dianggap sebagai Patriakh Ekumenis atau Patriakh Universal, yang posisinya mirip dengan Paus dalam Gereja Katolik Roma. Bentuk gedung Gereja […]

Wahyu Khusus dalam Iman Kristen

Diposkan Tinggalkan komentarDiposkan di Dogmatika

Pembahasan sebelumnya mengenai wahyu umum telah menunjukkan bahwa sekalipun wahyu umum itu berasal dari Allah, namun karena adanya dosa dan kuasa kegelapan oleh iblis serta kebutaan dan kegelapan dalam batin manusia maka wahyu umum itu tidak dapat diterima dengan murni oleh manusia. Manusia telah menindas wahyu umum ini menjadi “jalan masing-masing” yaitu pemahaman yang keliru tentang kebenaran ilahi, sehingga wahyu umum itu membuat kebenaran ilahi menjadi samar dan banyak kekeliruan. Artinya manusia takkan pernah menemukan kebenaran yang sejati, karena kebenaran ini telah terkotori oleh dosa manusia. Di samping itu, wahyu umum tidak memberikan