DesemberSynaxarion

Sejarah Perayaan Konsepsi Js. Hana (Ibu dari Theotokos)

Untuk menentukan asal mula pesta perayaan Konsepsi Js. Hana ini, kita harus mempertimbangkan dokumen asli yang dimiliki Gereja Orthodox, yang tertua adalah Kanon pesta peringatan, yang disusun oleh Js. Andreas dari Kreta, yang menulis himne liturgi pada paruh kedua abad ketujuh, ketika ia menjadi seorang rahib di Biara Js. Savvas dekat Yerusalem (ia meninggal sebagai Episkop Agung Kreta sekitar tahun 720 Masehi). Tetapi perayaan tersebut tidak langsung diterima secara umum oleh seluruh Gereja, karena Yohanes, biarawan pertama dan kemudian Episkop di pulau Evia (Euboea), sekitar tahun 750, dalam sebuah khotbahnya, berbicara mendukung penyebarluasan pesta peringatan ini. Ia mengatakan bahwa belum semua orang beriman mengetahui peringatan ini.

Seabad kemudian, Georgius dari Nikomedia, pada tahun 860 Masehi, juga mengatakan perihal perayaan ini. Oleh karena itu bisa ditelusuri bahwa pesta Konsepsi Js. Hana muncul di Timur sekitar abad ketujuh atau awal abad kedelapan. Seperti dalam perayaan lainnya, memang biasanya berasal dari komunitas biara. Para rahib yang menyusun Mazmur dan menggubah berbagai syair untuk perayaan ini, juga memilih tanggal 9 Desember (kalender Gereja Purba), yang selalu disimpan di kalender Timur. Perlahan-lahan perayaan yang muncul dari biara ini, masuk ke katedral, diwartakan oleh para pengkhotbah, dan akhirnya menjadi pesta perayaan tetap dalam kalender, dan disetujui oleh Gereja.

Menurut Prokopius, pada masa pemerintahan Kaisar Justinian (527-565), sebuah gereja dibangun untuk menghormati Js. Hana di Konstantinopel. Kaisar Justinian II (685-695; 705-711) memulihkan gerejanya, sejak Js. Hana menampakkan diri kepada istrinya yang sedang hamil. Pada saat inilah tubuh dan maphorion (kerudung) dipindahkan ke Konstantinopel. Relikwi Js. Hana dibawa dari Tanah Suci Yerusalem ke Konstantinopel pada tahun 710 dan masih disimpan di sana di Gereja Hagia Sophia pada tahun 1333. Pesta Konsepsi Js. Hana terdaftar di Menologion of Basil II (976-1025) dan oleh Konstitusi Kaisar Manuel I Komnenos pada tahun 1166 sebagai salah satu hari dalam setahun yang merupakan hari libur untuk seluruh Kekaisaran Romawi.

Perlu dicatat bahwa di Gereja Barat, setelah perpecahan besar (skisma besar) hari raya Konsepsi Js. Hana berubah menjadi pesta Maria Dikandung Tanpa Noda, dan dipindahkan ke tanggal 8 Desember, untuk menyempurnakan periode sembilan bulan kehamilan Js. Hana yang diakhiri dengan pesta Kelahiran Bunda Allah pada tanggal 8 September. Di Timur, masa kehamilan sembilan bulan yang sempurna hanya diperuntukkan bagi Kristus, yang dikandung pada tanggal 25 Maret dan lahir pada tanggal 25 Desember (Kalender Gereja). Dua konsepsi lainnya dirayakan dalam kalender Timur, yaitu tentang Perawan Maria dan Yohanes Pembaptis, sengaja dibuat satu hari untuk membedakan kelahiran mereka dari kelahiran Kristus. Tampaknya pesta Kelahiran Perawan Maria pada 8 September mendahului pesta Konsepsi Js. Hana, oleh karena itu dengan perhitungan hanya sembilan bulan sebelum 8 September, kita sampai pada 8 Desember, dengan satu hari ditambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *