Dogmatika

SABTU DARI MINGGU PERTAMA PUASA CATUR DASA (PRA-PASKAH)

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

Ibrani 1:1-12, Markus 2:23-3:5

Telah kita bahas bahwa pada jamannya Js. Theophan adalah merupakan kebiasaan yang tersebar luas di Rusia bagi orang untuk menghabiskan waktu pada minggu pertama dari Masa Puasa Catur Dasa (Pra-Paskah) untuk mempersiapkan diri bagi menyambut Komuni Suci (Perjamuan Kudus) pada hari Sabtu. Persiapan ini dalam bahasa Rusia disebut “goveniye”, yang termasuk didalamnya adalah puasa, menghadiri ibadah-ibadah Ilahi, membaca doa-doa (termasuk Kidung-Kidung Kanon, Kidung Akathistos, dll) melakukan banyak sujud dengan muka sampai ke tanah, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan rohani lainnya, alih-alih pergi bekerja. Pada Hari Jumat pada minggu pertama dari Masa Puasa Catur Dasa (Pra-Paskah) itu, orang akan berbondong-bondong pergi ke Sakramen Pengakuan Dosa. Dengan demikian, ketika Js, Theophan mengatakan tentang “enam hari dari ciptaan rohani” itu, dia merujuk kepada enam hari pertama dari Masa Puasa Catur Dasa ini: lima hari persiapan, dan Komuni Suci (Perjamuan Kudus) pada hari Sabtu. Oleh karena itu setelah hari Sabtu dan umat Orthodox di seluruh telah menyambut Komuni Suci (Perjamuan Kudus), sehingga Janasuci Theophan mengatakan demikian:” Kita telah mendekati Cawan Tuhan, kita telah berada di Perjamuan Tuhan. Kemuliaan bagiMu, ya Allah! Kemuliaan bagiMu, ya Allah! Kemuliaan bagiMu, ya Allah! Sekarang inilah hari Tuhan yang besar! Tidak ada kota, desa, ataupun rumah dimana tak ada seorangpun yang tak menerima Perjamuan Kudus. Melintas seluruh luas negara Rusia, seluruh wilayah selatan dan Timur, begitu banyak orang yang telah dijubahi dengan putihnya jubah pembenaran telah merasakan kehidupan ilahi dan telah dengan amat tulusnya memanunggalkan diri mereka dengan Tuhan melalui Tubuh dan DarahNya dalam Sakramen Perjamuan Kudus (Yohanes 6:56-58)! Tubuh Kristus, Tubuh Gereja, telah diperbaharui, dan telah dijubahi dengan kemuliaan yang menjadi milikya, tersembunyi dari mata manusia tetapi nampak kelihatan bagi mata para malaikat. Para Malaikat menyembah Dia yang Sulung (Kolose 1:15) ketika Dia dibawa ke dunia dalam kuasaNya; sekarang mereka menyembahNya lagi karena dunia telah dibawa lagi kepadaNya. Sebagaimana dikatakan :” Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” (Ibrani 1:6).Mereka telah menyembahNya dan bernyanyi keras:” “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran” (Ibrani 1:8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *