Dogmatika

SABTU DARI MINGGU KEDUA PUASA CATUR DASA (PRA-PASKAH)

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

Ibrani 3:12-16; Markus 1:35-44

“ Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35). Tuhan kita berdoa sebagai manusia,atau, akan lebih baik lagi mengatakan, sebagai Dia yang menjelma dalam kodrat manusia. DoaNya itu bersifat syafaat bagi kita, serta pada saat yang bersamaan itu merupakan contoh dan teladan bagi kita. Rasul Paulus mengajarkan bahwa Roh Kudus berdoa di dalam batin orang (Roma 8:26) yang telah menerima Roh Kudus itu dalam hatinya (Roma 8:16, Efesus 3:17). Tentu saja, Dia (Roh Allah) itu tidak berdoa pada diriNya sendiri, tetapi menggerakkan suatu aspirasi-aspirasi yang penuh doa bagi Allah di dalam roh manusia. Lihatlah doa yang sejati – doa yang mengangkat roh. Tetapi doa ini adalah dalam tingkat yang paling tinggi. Mereka yang berusaha untuk pembersihan dan pengudusan diri akan menemukan bahwa jalan menuju doa semacam itu adalah melalui kerja keras di dalam doa. Penyendirian dan tengah malam yang sepi adalah suasana yang paling layak untuk kerja semacam ini. Kerjanya itu sendiri adalah memperbanyak sujud dengan muka sampai ke tanah dengan keluhan-keluhan yang keluar dari batin yang terdalam. Ini adalah kerja keras dan kerja keras yang lebih lagi, mengusir semua kemalasan. Tuhan akan berbelas kasihan kepadamu serta akan memberikanmu roh doa, yang akan mulai bekerja didalam dirimu, sebagaimana hembusan nafas itu bekerja dalam tubuhmu. Mulailah! Lihatlah, inilah waktu yang berkenan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *