Dogmatika

RABU DARI MINGGU PEMUNGUT CUKAI DAN ORANG FARISI

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

II Petrus 3:1-18; Markus 13:24-31

“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri” ditengah malam (II Petrus 3:10). Pencuri ditengah malam menyelinap masuk ke dalam rumah ketika dia tak diharapkan. Demikian jugalah Hari Tuhan itu akan datang pada saat itu tak diharapkan. Tetapi jika Dia yang akan datang itu tak diharapkan, tak ada persiapan apapun yang dilakukan bagi menjumpaiNya. Agar kita jangan sampai mengijinkan diri kita melakukan pengabaian yang semacam itu, Sang Kristus memerintahkan :” Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Matius 24:42). Sementara itu kita melakukan apa? Apakah kita sedang berjaga-jaga? Apakah kita sedang menunggu? Kita harus mengakui bahwa kita sedang tak melakukan hal-hal itu. Beberapa di antara kita setidak-tidaknyaada yang sedang menunggu kematian, tetapi hampir tidak ada seorangpun yang menunggu kedatangan Sang Kristus, Tuhan.Dan ini seolah-olah mereka benar. Para bapak-bapak dan para leluhur kita telah menunggu-nunggu, namun hari itu tak pernah datang. Karena kita tak melihat sesuatu, mengapa kita harus mengira bahwa hari itu akan datang di masa-masa kita? Dengan demikian kita tidak memkirkannya,serta kita tidak menunggu. Hal itu akan bukan merupakan sesuatu yang mengherankan jika, dengan kecenderungan pikiran dan sikap yang kita miliki tersebut, Hari Tuhan akan datangnya akan menjatuhi kita seperti kedatangan seorang pencuri. Kita akan menjadi seperti penduduk suatu kota yang Gubernur dari Propinsi dimana kita tinggal berjanji untuk berkunjung hari itu atau hari berikutnya.Mereka menunggunya satu jam, menunggu lagi satu jam lagi, menunggu selama satu hari, serta kemudian mengatakan:”Saya kira beliau tidak akan datang,” lalu mereka pulang. Tetapi segera setelah mereka pulang dan mereka pergi tidur – dia menampakkan dirinya. Hal itu akan sama dengan kita. Apakah kita menunggu atau idak, Hari Tuhan itu akan datang, dan Hari itu akan datang tanpa peringatan. Karena Sang Kristus mengatakan :” Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Markus 13:31). Tetapi bukankah lebih baik untuk menunggu, supaya jangan sampai kita terjebak oleh saat itu tanpa kita sadar? Karena kita akan menerima akibatnya yang mengerikan atas sikap kita yang mengabaikan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *