DesemberSynaxarion

Peringatan Para Martir Kudus Cecilia Dan Mereka Yang Bersamanya [288]

Diperingati oleh Gereja Orthodox pada tanggal 5 Desember (kalender sipil) / 22 November (kalender Gereja)

Cecilia berasal dari keluarga Romawi yang mulia. Ia dipertunangkan kepada pemuda bangsawan yaitu Valerian, yang dibawanya kepada Kristus, yang lalu membawa saudaranya Tiburtius kepada Kristus. Mereka diajari oleh Uskup Urban dan membagi-bagikan sebagian dari warisan mereka kepada orang-orang miskin, merawat mereka yang sakit, dan menguburkan orang-orang Kristen yang telah disiksa hingga mati oleh para penganiaya.


Mereka berdua ditahan namun menolak menyangkal Kristus, dan sebab ini
mereka disesah tanpa ampun. Sepasukan prajurit di bawah perintah Maximus diperintahkan untuk membawa dan membunuh mereka di luar kota. Maximus takjub melihat keberanian mereka dan bertanya mengapa mereka tidak takut akan maut. Mereka menjawab bahwa mereka melepaskan hidup yang sementara demi hidup kekal.


Maximus membawa mereka berdua ke rumahnya dan berbicara dengan
mereka. Mengetahui akan hal ini, Cecilia membawa seorang Imam kepada Maximus, yang lalu dibaptis bersama seisi rumahnya. Keesokan harinya Valerian dan Tiburtius dipenggal. Maximus mengaku secara terbuka bahwa ia menyaksikan jiwa mereka naik ke Sorga, dan sebab ini ia disesah
hingga mati. Cecilia juga disiksa dan akhirnya dipenggal.


Troparion Irama IV


‘Para MartirMu, ya Tuhan, dalam pertandingan mereka yang berani demiMu telah menerima sebagai hadiah mahkota tanpa-binasa dan hidup dariMu, Allah kami Yang Baka. Sebab mereka memiliki Kuat-KuasaMu, mereka telah menggulingkan para penindas dan sepenuhnya menghancurkan keangkuhan sia-sia roh-roh jahat. Ya Kristus Allah, oleh doa mereka, selamatkanlah jiwa kami, sebab Engkau Penuh-Rahmat’.


Kontakion Irama III


‘Secara Ilahi marilah kita, balatentara umat beriman, mengidungkan kidung-kidungan kepadanya yang telah dipertunangkan kepada Kristus dari kehendaknya sendiri, Cecilia. yang hati sucinya dihiasi dengan kebajikan, sebab ia sepenuhnya mempermalukan kesombongan Amalcius, dan ia bersinar terang bagaikan matahari di antara mereka yang mengejarnya dan lalu tampak kepada mereka yang ada di atas
bumi sebagai Tongkat Ilahi yang menguatkan iman kudus’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *